REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAYAPURA – Seorang pria warga Sentani Kabupaten Jayapura, Yoram ditemukan meninggal dunia di Panti Pijat Timung Sakura di Jalan Expo Waena Distrik Heram, Sabtu (19/3/2022) malam.
Informasi yang dihimpun, berawal dari malam Minggu sekitar pukul 19.15 korban Yoram berkunjung ke Panti Pijat Timung Sakura di Waena untuk dipijat.
Setibanya di Timung, lelaki paruh baya ini langsung diantarkan oleh pengelola panti pijat ke salah satu kamar untuk menerima jasa layanan pijatan dari seorang wanita berinisial N (42 tahun).
Baca Juga : Tinjau Lokasi Banjir di Biringkanaya, Munafri Siapkan Solusi Permanen dan Konkret
Kapolsek Heram, AKP Frangky Rumbiak menerangkan berdasarkan keterangan saksi dari wanita yang melayani korban, setelah berada didalam kamar sekitar pukul 19.17 WIT saat hendak dipijit, ia tiba-tiba mengeluh merasakan panas dibagian dadanya dan langsung tak sadarkan diri.
Melihat itu, saksi N langsung melaporkan ke pemilik Panti Pijat Sakura bernama Yolanda. Kemudian pemilik panti pijat bersama suaminya bergegas datang ke tempat itu untuk mengetahui kondisi korban.
“Korban ditemukan didalam salah satu kamar Panti Pijat Timung Sakura dalam keadaan posisi terlentang di atas kasur tanpa menggunakan baju dan sudah tidak bernyawa,” ungkap Kapolsek Heram, AKP Frangky Rumbiak kepada wartawan, Minggu (20/3/2022).
Baca Juga : Dari Kepedulian Jadi Aksi, Sandiana Soemarko Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera-Aceh
Frangky Rumbiak menyebut hasil pendalaman Kanit Reskrim Polsek Heram, Ipda Rustam bersama anggota sewaktu di TKP, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki usia sekitar 58 tahun bernama Yoram yang merupakan warga Sentani Kabupaten Jayapura.
“Saat kejadian pemilik Panti Pijat langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Heram via telepon. Anggota kami langsung datang ke TKP dan menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di atas kasur,” jelasnya.
Setelah memasang garis polisi, lanjut Rumbiak, anggota langsung menghubungi pihak RS Bhayangkara Kota Raja untuk mengevakuasi jenazah korban.
Baca Juga : Fokus Solidkan Kader, NH Sarankan Plt Ketua Golkar Sulsel Tak Buru-buru Gelar Musda
“Dugaan sementara dari hasil pemeriksaan saksi dilokasi kejadian, korban meninggal dunia kemungkinan akibat serangan jantung. Namun untuk lebih memperjelas atau memastikan penyebab korban meninggal dunia, keluarga korban meminta untuk diautopsi,” ungkapnya.
Dari hasil autopsi inilah, katanya, korban dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung, atau dikarenakan posisi jantung membengkak hingga menyumbat aliran oksigen ke otak.
“Pihak keluarga menerima kematian korban karena sakit, bukan karena hal lain, karena ditubuh korban tidak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan dan didukung oleh hasil otopsi yang menyatakan korban meninggal dunia karena serangan jantung,” tutup Rumbiak. (*)
