0%
logo header
Kamis, 23 April 2026 21:19

Sosialisasi Program MBG di Tabanan, Charles Honoris Dorong BGN Jadi Motor Edukasi Gizi Nasional

Rizal
Editor : Rizal
Suasana kegiatan sosialisasi program MBG di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (22/4/2026). (Foto: Istimewa)
Suasana kegiatan sosialisasi program MBG di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (22/4/2026). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, TABANAN – Upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat terus diperkuat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) sukses menggelar kegiatan sosialisasi program MBG di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah pusat dan daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat setempat.

Baca Juga : Kuasa Hukum Tegaskan Sengketa Lahan Pasar Pagi Tambora Inkrah

Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan balita.

Dalam paparannya melalui video daring, Charles Honoris menegaskan bahwa kebijakan gizi nasional harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“BGN harus lebih aktif dan strategis dalam memastikan bahwa kebijakan gizi nasional betul-betul menjangkau masyarakat, khususnya kelompok rentan termasuk anak-anak,” ucap Charles Honoris.

Baca Juga : Bawa Tujuh Sapta Mulia, Kota Makassar Pamer Inovasi Unggulan di APEKSI 2026

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya dari sisi regulasi, tetapi membutuhkan penguatan kelembagaan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh kuat, sehat, dan siap membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” lanjutnya.

Lebih jauh, Charles menyoroti pentingnya peran BGN tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai motor edukasi gizi nasional.

Baca Juga : Tingkatkan Mutu Pendidikan, Bupati Buton Tengah Temui Jajaran Kemendikdasmen

Ia mengingatkan ancaman konsumsi makanan ultra-proses yang berkontribusi terhadap meningkatnya penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, dan gagal ginjal.

“BGN harus menjadi benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari pola konsumsi tidak sehat. Orang tua juga harus lebih sigap mengarahkan anak-anak memilih makanan bergizi sesuai standar kesehatan,” ujarnya.

Program MBG sendiri dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka stunting, masalah anemia, ketimpangan akses terhadap pangan bergizi, serta faktor ekonomi masyarakat.

Baca Juga : Semarak Muharram Berkah 1448 H, YBM PLN UID Sulselrabar Gelar Khitanan Massal dan Berbagi Kado Anak Yatim Dhuafa

Kegiatan sosialisasi ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat edukasi gizi dan pemerataan akses pangan sehat.

Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646