REPUBLIKNEWS.CO.ID, Kendari – Praktisi Pariwisata Habib Najar Buduha, menjelaskan kondisi salah satu tempat wisata yang ada di Kabupaten Konawe yaitu Pantai Batu Gong yang saat ini tidak berfungsi maksimal seperti biasanya.
Habib mengatakan, kondisi air laut di pantai Batu Gong sangat memprihatinkan. Dimana, kata Habib, akibat aktivitas perusahaan tambang mengakibatkan air laut menjadi kemerahan karena limbah perusahaan.
“Coba jalan-jalan saja ke Batu Gong, ada berapa kapal perusahan yang berktivitas di situ, buang jangkar di situ,” ujarnya.
“Mereka bisa parkir di mana saja, tapi bagaimana limbahnya, bagaimana sampahnya,” sambungnya.
Habib juga menyebut, Pemprov Sultra harus serius dalam menanggapi tempat wisata yang tercemar akibat ulah aktivitas perusahaan tambang. Karena, menurut Habib, pariwisata utamanya Pantai Gong merupakan salah satu ikon yang dapat meningkatkan perekonomian Sultra.
“Soal Pantai Batu Gong, Pemerintah harus serius tanggapi itu. Misalnya dengan mengatur kembali aktivitas perusahaan tersebut, karena meskipun perusahaan tambang itu mendatangkan keuntungan tapi melumpuhkan pariwisata, itu juga tidak berarti apa-apa,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi apa yang sudah di rencanakan oleh Gubernur Ali Mazi, yaitu menjadikan Pantai Toronipa menjadi tempat wisata standar Internasional. Tetapi, sambungnya, industri perusahaan yang merusak tempat wisata mestinya di atur agar tidak merusak lingkungan di sekitarnya.
“Kita apresiasi apa yang sedang dipikirkan oleh Ali Mazi, yaitu menjadikan Toronipa seperti ancol, tapi yang merusak ini diproteksi atau tidak, dikomunikasikan atau tidak,” tandasnya. (Akbar Tanjung)
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646
