REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Tim Sahabat Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (LACAK) mulai melakukan intervensi kepada masyarakat miskin ekstrem. Hal ini setelah pihaknya terlebih dulu melakukan pendataan masyarakat yang masih tergolong keluarga miskin ekstrem (KME).
Kali ini tim menyambangi Iwan dan Sakir Daeng Tammu, di Kelurahan Paccinongan, serta Muhajir dan Nawir di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu.
“Hari ini kita mengunjungi KME hasil pelacakan Sahabat LACAK Gowa yang segera harus kita intervensi sehingga semakin mengurangi kesenjangan sosial, khususnya persoalan kemiskinan yang ada di Kabupaten Gowa,” ungkap Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, dalam kunjungannya, kemarin.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
Husniah menyebut, dalam mengurangi masyarakat miskin ekstrem, pemerintah tidak bisa jalan sendiri namun dengan kolaborasi berbagai pihak termasuk Lacak dan Baznas akan semakin membawa Kabupaten Gowa semakin maju dan seluruh masyarakat lebih sejahtera dapat tercapai.
“Kita membawa bantuan paket sembako dari Baznas untuk semua KME yang kita kunjungi, termasuk kebutuhan keluarga misalnya ada yang belum dapat bantuan PKH, BPNT dan lainnya itu akan diusulkan melalui pemerintah kelurahan. Termasuk bantuan pekerjaan, jualan hingga perbaikan rumah sesuai dengan hasil assesment yang telah dilakukan,” jelasnya
Sementara, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan mengatakan, intervensi yang dilakukan pemerintah harus berdasarkan assesment kebutuhan yang telah dilakukan oleh Tim LACAK. Hal ini bertujuan agar intervensi bisa tepat sasaran.
Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel
Ia menjelaskan, intervensi yang diberikan sesuai dengan kerjasama antara kedua belah pihak yakni bantuan pangan berupa sembako, bantuan pendidikan berupa perlengkapan sekolah atau pembayaran sekolah, bantuan kesehatan berupa biaya perawatan dan pengobatan, hingga bantuan usaha ekonomi produktif.
Bantuan ekonomi produktif ini antara lain, Z’Mart (jualan), Z’Chicken (jual ayam goreng), Z’Auto (perbengkelan), dan Z’Coffee (warkop), bantuan ternak berupa bantuan ayam atau itik, bantuan pertanian berupa bibit dan pupuk, serta bantuan infrastruktur berupa bedah rumah atau perbaikan rumah.
“Semuanya mendapatkan bantuan sembako, ditambah untuk KME Iwan akan mendapatkan bantuan pembuatan jamban, kemudian KME Sakir Daeng Tammu diberikan bantuan Z’Mart (jualan), KME Muhajir bantuan perbaikan rumah, dan KME Nawir bantuan kesehatan , dan pengusulan dapat PKH,” sebutnya.
Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan
Selain melakukan kunjungan KME, pihaknya juga mengunjungi keluarga Hasbiah di Kelurahan Tamarunang yang merupakan korban kasus ketenagakerjaan di salah satu perusahaan di wilayah Kabupaten Gowa.
