REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pasca dikukuhkan secara resmi, Tim Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (LACAK) Center Kabupaten Gowa mulai menyusun beberapa rencana kerja dalam upaya penanganan masyarakat miskin.
Melalui Forum Group Discusion (FGD), Tim LACAK Kabupaten Gowa tengah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP), alur kerja hingga prioritas dan mekanisme intervensi yang akan dilakukan. Selain itu mulai menyiapkan materi bimbingan teknis kepada Sahabat LACAK di tingkat desa dan kelurahan di kecamatan.
Pertemuan yang berlangsung di HM Coffee, Sungguminasa, dihadiri langsung Kepala Bappeda Gowa Sujjadan, Ketua Tim LACAK Centre Khaeruddin Muji, perwakilan akademisi Syahril, perwakilan media Muh.Isra, hingga perwakilan kelompok pemuda Gowa, Suwandi Sultan.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
Hadir pula Direktur Pandawa Learning Center M.Natsir Arif, Koordinator LACAK Pallangga Nur Alam, Koordinator LACAK Barombong Muhiddin, serta perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Gowa Aswin yang bertanggung jawab pada Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN) Kabupaten Gowa.
“Dalam pertemuan ini kita membahas siapa yang menjadi target intervensi kami, mekanisme intervensi hingga lainnya. Untuk target intervensi sendiri yaitu keluarga miskin ekstrem dan miskin yang belum pernah menerima bantuan, maupun yang terputus bantuannya padahal kondisinya miskin atau miskin ekstrem,” terang Ketua Tim LACAK Centre Khaeruddin Muji, dalam pertemuan, kemarin.
Termasuk, intervensi yang akan dilakukan Tim LACAK di lapangan yaitu memprioritaskan pada keluarga miskin ekstrem, miskin, hampir miskin dan rentan miskin yang masih menerima bantuan sosial. Kemudian, adapun mekanisme intervensi yang dilakukan yaitu melalui asesmen di lapangan yang akan dilakukan Sahabat LACAK di tingkat desa dan kelurahan.
Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel
“Asesmen akan dilakukan dari informasi internal yaitu Sahabat LACAK atau aduan eksternal, setelah itu Tim LACAK Centre kemudian mengkaji atau mengverifikasi, setelah tahap validasi kemudian dilaporkan ke pimpinan untuk ditangani sesuai kebutuhannya,” terangnya.
Pasca penanganan di lapangan berdasarkan validasi verifikasi kemudian akan dilaporkan sebagai bentuk evaluasi dari upaya yang telah dilakukan Tim LACAK.
Sementara, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan mengatakan bahwa Tim LACAK yang terdiri dari LACAK Center akan segera membentuk Sahabat LACAK dari relawan di seluruh desa atau kelurahan. Dimana nantinya Sahabat LACAK tersebut yang akan secara aktif melakukan pendataan di wilayahnya masing-masing.
Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan
“Saat ini kita sudah ada LACAK Centre tujuh orang yang ditambah LACAK Kecamatan 18 orang, mereka akan memfasilitasi dan mengkoordinir proses pendataan Sahabat LACAK di tingkat desa/kelurahan,” katanya.
Nantinya relawan tersebut melakukan proses pelacakan secara aktif terhadap keluarga miskin ekstrem khususnya yang belum terdata sehingga bisa mendapatkan layanan dan diintervensi.
“Mereka nantinya diberikan program baik yang berbentuk layanan sosial maupun program yang akan memberdayakan mereka, sehingga bisa mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
