REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Director & Chief Human Resource Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Irsyad Sahroni berbagi pengalaman kepada sejumlah mahasiswa di Universitas Hasanuddin Makassar.
Salah satu pengalaman yang dibagikan yaitu tips-tips dalam pengembangan karier bagi kaum muda, salah satunya mahasiswa. Hal ini pun dibagikan di sela-sela mengisi Seminar Strategi Sukses Memasuki Dunia Kerja di Era Digital, di Baruga Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa,SH, Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin Makassar.
Menurut Irsyad Sahroni, pada pengembangan era digital saat ini tentunya banyak mempengaruhi masyarakat, mulai dari pola hidup, kebiasaan, dan lainnya. Olehnya, persiapan yang harus dilakukan mulai saat ini yakni memperbaiki mindset dengan terus belajar.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
“Apalagi di dunia telekomunikasi digital saat ini banyak hal baru yang harus diketahui, makanya saya banyak belajar juga hingga hari ini,” ujarnya, dalam pertemuan tersebut, kemarin.
Selain update perkembangan teknologi informasi, hal lainnya yakni manfaatkan teknologi dengan benar dan baik. Misalnya belajar data analyst, hal ini juga menjadi sesuatu yang penting ketika bekerja di perusahaan by data.
Irsyad menegaskan, perolehan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang tinggi di kampus bukan menjadi penentu utama dalam pengembangan karier, apalagi di era sekarang ini. Melainkan, pola pikir wirausaha (enterpreneur mindset), kemampuan berkomunikasi (communications skill) dan kemampuan beradaptasi (adaptabilty).
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
“Tiga hal ini yang membuat kita bisa menaiki tangga karier dalam sebuah perusahaan, termasuk di Indosat. Karena, saya yakin kalau IPK ini menjadi penentu utama, saya tidak mungkin ada pada karier seperti ini,” terangnya.
Dalam seminar tersebut Irsyad berbagi tips kepada mahasiswa sebagai generasi penerus untuk bisa memanfaatkan perkembangan era digital untuk menjadi seorang entepreneur. Apalagi Irsyad Sahroni secara basic pendidikan adalah lulusan Fakultas Hukum, di Universitas Indonesia (UI) dengan fokus hukum bisnis, kemudian di tengah perkembangan kariernya ia berhasil masuk dalam bagian pengembangan perusahaan, hingga pengembangan sumber daya manusia di perusahaan sekelas Indosat.
“Saya sampai di titik ini tentunya bukan melalui hal instan, awalnya saya memulai bisnis sebagai pengacara perusahaan. Tetapi dari perjalanan itu saya kemudian membuka diri untuk mencari kemampuan saya yang lain, saya pun mendapat kesempatan belajar dan memanfaatkannya dengan baik,” terang Irsyad.
Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel
Termasuk mencari kesempatan baru dan berani mencoba meskipun diluar dari kemampuan yang dimiliki oleh seorang Irsyad Sahroni. Selain itu, membuka diri pada semua peluang kesempatan yang ada didepan mata, kemudian setelah itu baru mencari fesyen yang disenangi, dan disukai agar hasilnya maksimal, meskipun pilihan tersebut tidak linear dengan bacis pendidikan yang telah dijalani.
“Makanya sepanjang perjalanan karir saya, saya selalu mencari kesempatan apapun itu agar karier saya tidak disitu-situ saja. Mencoba pengalaman yang baru setiap saya memiliki kesempatan itu, jangan membuang-buang peluang dan kesempatan yang ada,” ujarnya.
Hal lainnya yaitu jangan mencoba kesempatan bekerja hanya di satu tempat, apalagi perusahaan atau tempat bekerja tidak memberikan perkembangan bagi pekerjanya. Olehnya Irsyad dalam perkembangan kariernya telah banyak mencoba peluang kerja yang berbeda-beda.
Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan
“Kita berkarier itu standarnya hanya 30 tahun, makanya jangan berfokus di satu perusahaan kalau kita tidak berkembang, itu merugikan. Tantangannya perusahaan adalah membuat karyawannya berkembang, jadi kalau itu tidak kita dapatkan ya buat apa,” tegasnya.
