REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Dalam rangka mempertahankan tradisi budaya lokal seperti Paddekko. Pemerintah Kabupaten Gowa menjadikan salah satu rangkaian yang mengisi event wisata Beautiful Malino 2025.
Bertajuk Art Culture Festival Paddekko dan Barutu, kegiatan ini dibuka langsung Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang. Paddekko merupakan salah satu adat dan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Gowa khususnya dalam konteks pesta panen padi.
Ia mengatakan, festival seperti ini sangat baik dilaksanakan khususnya dalam menjaga dan mempertahankan salah satu tradisi di Kabupaten Gowa. Misalnya, tradisi Paddekko sering digunakan masyarakat zaman dulu saat memasuki musim panen.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
“Tugas kita adalah mengembangkan kebudayaan kita seperti Paddekko agar tidak punah. Karena di zaman sekarang yang sudah instan dan menggunakan mesin, maka jarang masyarakat menggunakan cara ini,” ungkapnya, di sela-sela pembukaan di Pattiroang Cafe & Resto, Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, kemarin.
Ia berharap festival tersebut bisa terus dilaksanakan dan dikemas lebih menarik agar semakin banyak kecamatan yang ikut sehingga kebiasaan Paddekko ini bisa terus dijaga.
“Saya yakin Paddekko bukan hanya di lima kecamatan, tapi masih ada kecamatan lain yang mungkin menggunakan cara ini. Terima kasih juga telah mempertahankan dan menumbuhkan budaya di Gowa,” jelasnya.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
Sementara, Sekretaris Camat Tinggimoncong, Muh Anzhary Haris mengatakan festival ini diikuti 32 peserta yang terdiri dari sembilan tim yang tersebar di lima kecamatan.
“Festival Paddekko adalah kegiatan tahunan di Kelurahan Bulutana, ini bekerjasama dengan Pattiroang Cafe. Semoga kedepan bisa terus kita laksanakan dan semakin banyak yang ikut terlibat,” ujarnya.
