0%
logo header
Rabu, 20 Oktober 2021 22:08

Tunaikan Mimpi ke Tapal Batas RI-Papua Nugini: (1) Jembatan Holtekamp, Magnet Ekonomi Baru di Timur

Redaksi
Editor : Redaksi
Tunaikan Mimpi ke Tapal Batas RI-Papua Nugini: (1) Jembatan Holtekamp, Magnet Ekonomi Baru di Timur

Pemandangan Teluk Yotefa yang terletak di pesisir utara Papua sangat eksotik. Apalagi setelah membentang di atasnya Jembatan Holtekamp yang juga disebut Jembatan Merah. Jembatan ini menjadi spot wisata baru bagi masyarakat Kota Jayapura dan juga bagi pendatang. Jangan pernah melewatkan mengunjungi jembatan ini jika ke Papua.

Jembatan Merah ini diresmikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 28 Oktober 2019 bertepatan dengan kunjungannya yang ke-13 kali ke Papua. Jembatan tersebut berada di atas Teluk Yotefa sepanjang 1.328m, termasuk bentang utama 732m. Jembatan dengan lebar 21m dan merupakan pesona baru di bagian timur Indonesia ini menghubungkan Holtekamp dengan Hamadi sehingga bisa memperpendek jarak tempuh dari Kota Jayapura ke Distrik Muara Tami. Dengan adanya jembatan tersebut jarak yang semula ditempuh 2,5 jam karena harus memutar dari arah Abepura, akan dapat ditempuh selama 1 jam untuk jarak sekitar 50 km hingga di PLBN Skouw.

Proyek raksasa ini dikeroyok  oleh kontraktor konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdiri atas PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero). Nilai konstruksi total Rp 1,8 triliun. Sumber dananya berasal dari SBSN/Sukuk Negara dengan skema Multi Years Contract (MYC) mulai tahun 2015 hingga 2019 sebesar Rp 1,3 triliun dilengkapi  APBD Provinsi Papua dan Kota Jayapura  sebesar Rp 500 miliar.

Baca Juga : PLN UIP Sulawesi dan Polda Sulsel Komitmen Jaga Infrastruktur Ketenagalistrikan Berkelanjutan

Yang menarik, jembatan ini mencakup lima bagian konstruksi. Pertama, jalan akses dari sisi Hamadi sepanjang 400m dengan nilai kontrak Rp 51 miliar yang merupakan porsi Pemerintah Kota Jayapura.

Kedua, bentang tengah sepanjang 433m dengan nilai kontrak Rp 943,5 miliar yang merupakan porsi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).

Ketiga, jalan akses Jembatan Holtekamp sepanjang 9.950m dengan nilai kontrak Rp 225,7 miliar merupakan porsi Kementerian PUPR.
Keempat, jembatan pendekat sisi Holtekamp sepanjang 60m dengan nilai kontrak Rp 151,8 miliar yang merupakan porsi Kementerian PUPR.
Kelima, jembatan pendekat dari sisi Holtekamp sepanjang 840m dengan nilai kontrak Rp 516,5 miliar merupakan porsi Pemerintah Provinsi Papua.

Baca Juga : Terima Penghargaan KIP, Pemkab Gowa Ciptakan Keterbukaan Pelayanan Informasi Publik

Keberadaan Jembatan (Merah) Holtekamp memiliki nilai sitaregis karena tidak saja dapat menjadi solusi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman, dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura, tetapi juga dapat mengalihkan spot-spot ekonomi dan pariwisata baru bagi masyarakat. Tidak hanya itu, jembatan penghubung ini dapat meningkatkan hubungan perekonomian Republik Indonesia dengan Papua Nugini yang selama ini melalui PLBN Skouw.

Jembatan Holtekamp merupakan proyek pertama yang dibangun dengan plengkung yang dibuat utuh di tempat lain (PT PAL Surabaya) kemudian dibawa ke tempat lain (Papua). Museum Rekor Indonesia (MURI) menetapkan jembatan ini meraih dua rekor, yakni rekor pengiriman rangka baja utuh dengan jarak terjauh dan rekor pemasangan jembatan rangka baja utuh terpanjang.

Halaman
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646