REPUBLIKNEWS.CO.ID, BARRU — Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang menghadiri kegiatan Ngopi Rukun Lintas Agama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Barru. Kegiatan berlangsung di Warkop DWP Kementerian Agama Barru, Rabu, 31 Desember 2025.
Abustan hadir mewakili Bupati Barru. Sejumlah tokoh lintas agama dan pejabat daerah turut hadir, antara lain Ketua MUI Barru M. Faried Wajdi, Pendeta Gereja Toraja Jemaat Barru Benyamin Baira, Kepala Kantor Kementerian Agama Barru Irman, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Barru, Ketua FKUB Barru, serta pengurus Muhammadiyah dan jajaran KUA se-Kabupaten Barru.
Dalam sambutannya, Abustan mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai ruang dialog dan silaturahmi lintas agama. Ia menilai forum seperti ini penting untuk mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus menjaga kondusivitas daerah.
Baca Juga : Bupati Barru Buka Peluang Kolaborasi dengan Kampus dan BRIN Kembangkan Potensi Daerah
“Kerukunan antarumat beragama adalah fondasi utama dalam membangun daerah yang aman, damai, dan sejahtera. Melalui komunikasi yang baik, kita dapat mencegah potensi konflik serta memperkuat persatuan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum menjelang tahun baru sebagai waktu untuk introspeksi diri, memperbaiki hubungan sosial, dan meningkatkan toleransi.
Abustan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama di media sosial.
Baca Juga : Hadiri HBDI ke-118, Bupati Barru Dukung Senam Taichi Jadi Agenda Rutin Car Free Day
“Kita harus bijak menyikapi informasi. Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan membangun,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya saling menghormati keyakinan. Menurutnya, setiap pemeluk agama harus menjalankan ajaran masing-masing dengan tetap menjaga toleransi.
“Jalani keyakinan masing-masing dengan tetap menghormati satu sama lain,” ujarnya.
Baca Juga : Sambut HBDI ke-118, Bupati Barru Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat Lewat Senam Tai Chi
Ketua MUI Barru M. Faried Wajdi dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa ajaran Islam menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Ia menegaskan bahwa ajaran tersebut berlaku untuk seluruh umat manusia tanpa membedakan latar belakang.
Ia juga mengingatkan pesan dalam Al-Quran agar tidak mencaci keyakinan pihak lain guna menghindari konflik.
“Seluruh aspek kehidupan dapat menjadi ibadah jika dijalankan sesuai petunjuk Allah dan Rasul,” katanya.
Baca Juga : Pemkab Barru Gandeng STIA LAN Makassar, Perkuat Inovasi Daerah dan Tata Kelola Desa
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Barru menyebut tantangan kerukunan tidak hanya berasal dari perbedaan antaragama, tetapi juga konflik internal dan isu lokal di masyarakat.
Ia menilai peran tokoh agama sangat penting dalam memberikan pencerahan kepada umat serta meredam potensi konflik.
“Tokoh agama adalah panutan. Perannya sangat penting dalam menjaga ketenangan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Pemkab Barru Gandeng STIA LAN Makassar, Perkuat Inovasi Daerah dan Tata Kelola Desa
Ia juga mengapresiasi kegiatan Ngopi Rukun Lintas Agama sebagai forum komunikasi yang efektif dan berharap kegiatan serupa terus berlanjut.
“FKUB harus menjadi perekat dalam menjaga kerukunan. Forum seperti ini perlu terus diperkuat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Barru menyatakan komitmen untuk terus mendukung upaya menjaga kerukunan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.(*)
