0%
logo header
Rabu, 27 Agustus 2025 07:38

Wali Kota Makassar Hadirkan Nuansa Toleransi di Pesta Rakyat Biringkanaya

Rizal
Editor : Rizal
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menghadiri pesta rakyat rangkaian HUT RI ke-80 yang berlangsung di De’ Festive Kawasan Summarecon Mutiara, Jalan Rainbow Boulevard, Selasa (26/8/2025) malam. (Foto: Istimewa)
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menghadiri pesta rakyat rangkaian HUT RI ke-80 yang berlangsung di De’ Festive Kawasan Summarecon Mutiara, Jalan Rainbow Boulevard, Selasa (26/8/2025) malam. (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin tampil dengan nuansa berbeda pada malam pesta rakyat Kecamatan Biringkanaya.

Dengan penuh khidmat, ia mengenakan busana adat yang sarat akan local wisdom Toraja, berupa baju kombinasi coklat dan oranye, dipadu ikat kepala putih-hitam serta selempang kain kuning yang melambangkan keanggunan sekaligus penghormatan terhadap tradisi leluhur Toraja.

Kehadirannya tidak hanya menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan masyarakat, tetapi juga menegaskan komitmen untuk menjaga dan merawat kekayaan budaya sebagai identitas bersama.

Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik

Momen ini semakin istimewa karena turut dihadiri Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Mahmud, Sekda Kota Makassar Zulkifly Nanda, Wakil Ketua DPRD Makassar Andi Suharmika, Camat Biringkanaya Juliaman, jajaran SKPD, hingga Direksi Perumda BUMD.

Gelaran pesta rakyat rangkaian HUT RI ke-80 yang berlangsung di De’ Festive Kawasan Summarecon Mutiara, Jalan Rainbow Boulevard, Selasa (26/8/2025) malam itu menjadi ajang kebersamaan, persaudaraan, sekaligus ruang merayakan keberagaman budaya yang memperkaya wajah Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga nilai toleransi.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

“Saya diberikan pakaian adat Toraja. Ini menjadi simbol bagaimana masyarakat di sini menjaga toleransi,” ujar Munafri.

Ia menegaskan, Kecamatan Biringkanaya merupakan wilayah yang masyarakatnya hidup rukun dalam keberagaman.

“Di Biringkanaya ini, masyarakat sangat toleran. Tanpa melihat perbedaan agama, mereka hidup dengan baik dan rukun. Insyaallah, ini harus kita jaga dan pertahankan,” lanjutnya.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

Pada kesempatan ini, Appi menegaskan pentingnya peran Kecamatan Biringkanaya sebagai kawasan strategis yang terus berkembang pesat.

Ia menyebut kawasan Summarecon di Biringkanaya sangat representatif untuk pelaksanaan kegiatan masyarakat.

“Tempat ini adalah wilayah dari pusat pengembangan kawasan baru yang ada di Kota Makassar. Sangat representatif untuk kegiatan outdoor dan memberikan ruang interaksi bagi warga Biringkanaya,” ujarnya.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

Menurutnya, lebih dari 2.000 warga hadir dalam gelaran tersebut, menjadi bukti nyata bahwa Biringkanaya adalah kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Kota Makassar.

“Biringkanaya selalu menjadi sorotan, baik di tingkat kota, provinsi, bahkan nasional. Karena itu saya berharap, setiap sorotan itu selalu melahirkan kesan positif,” tegasnya.

Munafri menjelaskan, kehadiran kawasan baru di Biringkanaya akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan keramaian kota, yang selama ini terpusat di kawasan Pantai Losari.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

“Kita berharap konsentrasi kepadatan dan pusat kegiatan tidak hanya di Losari, tetapi bisa terpecah ke Biringkanaya. Alhamdulillah, wilayah ini sudah dilirik investor besar seperti Summarecon,” jelasnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap pembangunan kawasan terpadu yang digarap Summarecon, mulai dari convention hall berkapasitas 7.000-8.000 orang. Ada juga, pusat perbelanjaan, serta Sekolah Dasar di lokasi ini.

“Ini aset yang harus dijaga bersama, bukan hanya oleh Summarecon, tapi juga oleh masyarakat Biringkanaya. Semakin banyak orang hadir, maka perputaran ekonomi juga akan terus tumbuh,” ungkapnya.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

Meski demikian, Munafri berpesan agar pembangunan kawasan modern ini tidak hanya dinikmati secara eksklusif, tetapi juga memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.

Ia berharap manajemen Summarecon memberi ruang kerja bagi warga Biringkanaya, sehingga mereka ikut berkontribusi dalam pembangunan.

“Dan yang tak kalah penting, sistem pengelolaan sampah di kawasan ini harus dijalankan maksimal, dengan kolaborasi pemerintah dan masyarakat,” demikian Appi. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646