0%
logo header
Rabu, 05 Januari 2022 15:57

Wali Kota Palopo Terima Penghargaan Menteri Agraria dan Tata Ruang

Wali Kota Palopo Judas Amir Saat Menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang di Makassar, Rabu (5/1/2022).
Wali Kota Palopo Judas Amir Saat Menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang di Makassar, Rabu (5/1/2022).

REPPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Wali Kota Palopo Judas Amir, menerima piagam penghargaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang di Maccora Ballroom, Hotel The Rinra Makassar, Rabu (05/01/2022).

Menteri Agraria, Sofyan Djalil menyerahkan langsung kepada Judas Amir.

Pemkot Palopo dinilai memiliki banyak andil dan dukungan pemberian hibah pembangunan Kantor Pertanahan Kota Palopo.

Baca Juga : Resmi, Judas Amir Nakhodai NasDem Palopo

Saat ini Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memiliki program percepatan upaya pendataan bidang tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Itu ditunjukkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kerja sama antara kepala kantor BPN se Sulawesi Selatan dengan para Bupati/Walikota dan penyerahan sertipikat untuk rakyat.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A Djalil mengatakan, salah satu fokus yang dilakukan untuk memerangi mafia tanah adalah mendaftarkan seluruh bidang tanah di dalam negeri.

Baca Juga : Judas Amir Buka Program Talas Asia, Kajari Palopo Ingatkan Ini ke Lurah dan Camat

Melalui Program PTSL, Sofyan berharap, seluruh bidang tanah di Indonesia bisa terdaftar pada 2025.

“Kami percepat PTSL. Yang kami daftarkan sudah lebih dari 80 juta, dan akan kami kejar terus. Insya Allah pada 2025 seluruh tanah itu sudah terdaftar,” ujarnya.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman turut hadir. Dia menegaskan Pemprov Sulsel tidak main-main terhadap mafia tanah. Upaya pidana pun dilakukan bagi para pelaku.

Baca Juga : Rakor Penanganan Covid-19 Bersama Pemprov Sulsel, Wali Kota Palopo : Kami Butuh PCR

Andi Sudirman mengungkapkan, Pemprov Sulsel tengah menempuh jalur hukum bagi oknum yang berusaha mengambilalih tanah pemerintah.

Salah satu yang sedang diproses adalah pelaku penyerobot lahan Al Markaz. Setelah memang kasasi, Pemprov Sulsel langsung melaporkan pelaku untuk diproses.

“Sudah beberapa kita laporkan, seperti Al Markaz kita sudah menang kasasi tapi kita laporkan lagi. Sudah dilaporkan, lagi proses sekarang untuk kelengkapan bukti bukti dan data,” kata Andi Sudirman.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 852-9999-3998
Baca Juga