REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Masyarakat Kabupaten Gowa diminta meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Hal ini berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi curah hujan tinggi Dasarian II Januari 2026 yang diperkirakan mulai 11 hingga 20 Januari 2025 mendatang.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengatakan, berdasarkan rilis BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, beberapa wilayah di Kabupaten Gowa masuk dalam kategori “awas”. Khususnya di Kecamatan Parangloe, Pattallassang, Somba Opu, dan Tinggimoncong.
Baca Juga : Tinjau Lokasi Banjir di Biringkanaya, Munafri Siapkan Solusi Permanen dan Konkret
Dengan kondisi cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas tinggi ini dinilai berpotensi menimbulkan dampak terjadinya banjir hingga tanah longsor di wilayah dataran tinggi.
Sehingga ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Pantau terus informasi cuaca dari BMKG dan segera laporkan kepada pemerintah setempat jika terjadi kondisi darurat,” ujarnya, dalam keterangannya, kemarin.
Baca Juga : Dari Kepedulian Jadi Aksi, Sandiana Soemarko Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera-Aceh
Ia juga mengimbau BPBD, camat, lurah, dan kepala desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan pemantauan wilayah, serta memastikan langkah-langkah antisipasi dan penanganan cepat jika terjadi bencana.
Selain itu, masyarakat diharapkan untuk menghindari aktivitas di daerah rawan longsor dan bantaran sungai saat hujan lebat, dan melakukan pembersihan saluran drainase di lingkungan masing-masing.
“Pemerintah berkomitmen menjadikan pembersihan drainase sebagai agenda rutin, tapi ini bukan hanya tugas pemerintah tapi tanggungjawab bersama demi meminimalisir terjadinya banjir khususnya di tengah curah hujan yang tinggi ini,” tegasnya.
