REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menilai seluruh program-program pengembangan pertanian oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI mampu mendorong peningkatan petani. Salah satunya pada program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (Readsi).
Dimana program ini direalisasikan salah satunya dalam bentuk Pelatihan Literasi Keuangan Bagi Perwakilan Rumah Tangga Petani. Sehingga dinilai sangat membantu petani dalam hal informasi keuangan, seperti kredit usaha rakyat (KUR)
“Kita harap kegiatan seperti akan lebih mempermudah petani, khususnya dalam mendapatkan permodalan melalui KUR. Sehingga ini akan meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya di sela-sela pelatih di Kantor Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, kemarin.
Baca Juga : Pemkab Gowa Terima Opini WTP dari BPK RI, Capaian Ke-14 Kalinya
Ia pun berharap program-program peningkatan pertanian seperti ini mampu terus di pertahankan, bahkan lebih di tingkatkan. Sehingga petani betul-betul mendapatkan manfaat dari program yang ada.
Dikesempatan tersebut Adnan menyampaikan kepada Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dengan diterimanya penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) atas pencapaian Indonesia dalam swasembada beras dan meningkatkan sistem ketahanan pangan nasional.
“Melalui kegiatan ini kita juga berharap dapat lebih memperkokoh Indonesia untuk terus mewujudkan swasembada dan meningkatkan ketahanan pangan nasional,” harapnya.
Baca Juga : Satpol PP Gowa Diminta Jaga Keamanan Daerah dari Geng Motor dan Peredaran Narkoba
Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, berbagai program akselerasi dilakukan untuk dapat meningkatkan stok pangan sekaligus pendapatan rumah tangga petani. Hal ini dilakukan guna menghadapi tantangan krisis pangan dunia.
“Upaya ini menjadi penting karena dengan kondisi cuaca yang sangat ekstrem pelatihan-pelatihan ini sangat berguna untuk membangun mindset baru petani, budidaya dan perilaku petani yang lebih adaptif lagi sesuai dengan tantangan,” katanya.
Selama ini sektor pertanian cukup terakses dengan KUR dan hasilnya cukup baik oleh karena itu KUR menjadi titik sentral. Kemudian memperkuat KUR itu pada semua jenis komoditi pertanian yang ada.
Baca Juga : Dalami Sejarah Kerajaan Gowa, Pelajar SMPN Ikut Kajian Koleksi Museum Balla Lompoa
“Alhamdulillah Bapak Presiden Joko Widodo telah meminta kepada seluruh perbankan yang ada untuk menggulirkan KUR lebih agresif. Apalagi petani kita cukup disiplin melaksanakan kegiatan pertaniannya sehingga kredit macetnya sangat-sangat rendah. Tentu saja Ini dibutuhkan pengawasan yang lebih ketat,” katanya.
Olehnya itu dengan adanya dukungan dari IFAD atau Lembaga Internasional di bawah United Nation PBB yang telah bekerjasama dengan sangat kuat bisa mengakses petani lebih sejahtera. Dimana mampu membangun skala-skala ekonomi yang kecil.
Remark IFAD Country Director, Ivan Cossio Cortez mengatakan pelatihan literasi keuangan ini sangat penting bagi rumah tangga petani.
Baca Juga : 200 Paket Makanan Bergizi Dari Wabup Gowa untuk Keluarga Berisiko Stunting
Tentunya yang pertama adalah agar para petani dapat mencatat apa saja terkait pendapatan, pengeluaran dan keuangan dalam rumah tangganya.
“Kira harap petani kedepannya dalam mengelola pertanian bisa jadi potensi bisnis. Tentunya menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan sekaligus bagaimana para petani ini dapat mengakses KUR sehingga mereka bisa meningkatkan pertanian mereka dan bisa lebih menguntungkan serta menghemat pendapatannya,” ujarnya. (*)
