REPUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU — PT Masmindo Dwi Area (MDA) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional Awak Mas Project, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu. Melalui MATAPPA Academy, MDA kini telah menyelenggarakan dua angkatan pelatihan dengan total 147 peserta asal Kabupaten Luwu untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan memasuki dunia kerja, khususnya di sektor pertambangan dan industri pendukung lainnya.
Program tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang pendidikan yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Luwu, Balai Latihan Kerja (BLK), serta sejumlah lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi.
Pada Angkatan pertama, sebanyak 71 orang peserta mengikuti pelatihan vokasi bertajuk “Jaga Masa Depan”. Pelatihan tersebut mencakup bidang perhotelan, tata boga, mekanik otomotif, teknisi AC, dan teknisi listrik. Setelahnya, menyusul Angkatan kedua dengan 76 orang peserta mengikuti Traineeship Program selama 90 hari untuk meningkatkan kompetensi di bidang pengelasan, mekanik fitter, kelistrikan, mekanik peralatan bergerak, dan operator process plant.
Baca Juga : Klaim Tanah Adat Rante Balla, Pakar Unhas Ingatkan Pentingnya Bukti Kepemilikan
Dari 71 peserta angkatan pertama, hampir 90 persen berasal dari desa lingkar tambang dan wilayah jalur akses MDA, dengan keterwakilan terbanyak dari Kecamatan Latimojong. Pada angkatan kedua, peserta juga diprioritaskan dari wilayah sekitar operasional MDA di Kabupaten Luwu.
Melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga mitra, termasuk Politeknik ATI Makassar, para peserta mendapatkan pembekalan teori, praktik teknis, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pembinaan mental dan fisik untuk meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, menilai bahwa kolaborasi antara pendidikan vokasi dan dunia industri berperan penting dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Baca Juga : Menperin Apresiasi Matappa Academy Masmindo, 76 Tenaga Kerja Lokal Ikuti Pelatihan
“Melalui pelatihan dan sertifikasi, calon karyawan dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha sehingga kesiapan kerja mereka dapat diukur melalui pengakuan kompetensi yang dimiliki,” jelas Basri.
Dari Berbagai Latar Belakang Menuju Dunia Industri
MATAPPA Academy juga membuka kesempatan bagi masyarakat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang beragam untuk mengembangkan keterampilan baru.
Raodah Syawal, peserta asal Kecamatan Belopa yang sebelumnya berpengalaman di bidang pemasaran, mengaku memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman baru selama mengikuti pelatihan operator process plant.
Baca Juga : Negosiasi Berujung Kesepakatan, Akses Rante Balla Kembali Normal
“Saya tidak hanya mempelajari dasar-dasar operasional industri pertambangan, tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama tim, dan pentingnya keselamatan kerja. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi saya untuk memasuki dunia kerja,” ungkap Raodah.
Pengalaman serupa dirasakan Muh. Adin, lulusan S-1 Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo, yang mendapatkan kesempatan mengembangkan keterampilan baru di bidang pemeliharaan fasilitas pengolahan (maintenance processing plant).
“MATAPPA Academy menjadi jembatan yang luar biasa bagi saya yang awalnya tidak memiliki latar belakang di bidang pemeliharaan mesin. Melalui pembekalan K3 dan praktik teknis di Politeknik ATI Makassar, saya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman untuk mempersiapkan diri berkontribusi di industri pertambangan,” ujar Adin.
Baca Juga : DPRD Luwu Siapkan Langkah Bersama Forkopimda untuk Buka Blokade Rante Balla
Secara terpisah, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Masmindo Dwi Area, Mustafa Ibrahim, menegaskan bahwa pengembangan tenaga kerja lokal merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun kemandirian masyarakat.
“Bagi Masmindo, pengembangan tenaga kerja lokal bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan, melainkan juga untuk membangun kemampuan dan kemandirian masyarakat. Kami ingin warga Luwu memiliki kompetensi dan daya saing agar mampu memanfaatkan peluang kerja, baik di Awak Mas Project maupun di sektor industri lainnya,” ujar Mustafa.
Melalui MATAPPA Academy, MDA berharap pengembangan Awak Mas Project berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus membawa manfaat ekonomi dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Luwu. (AKS/CC)
