0%
logo header
Rabu, 28 Oktober 2026 12:56

Prodi Sosiologi FIS-H UNM Gelar Kuliah Umum Bahas Pembangunan Inklusif, Gandeng Praktisi dan Sosiolog

Rizal
Editor : Rizal
Program Studi Sosiologi FIS-H UNM menggelar Kuliah Umum bertajuk “Diskursus Pengetahuan dan Praktik Pembangunan Inklusif” di Menara Phinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (26/10/2026). (Foto: Istimewa)
Program Studi Sosiologi FIS-H UNM menggelar Kuliah Umum bertajuk “Diskursus Pengetahuan dan Praktik Pembangunan Inklusif” di Menara Phinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (26/10/2026). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar (FIS-H UNM) menggelar Kuliah Umum bertajuk “Diskursus Pengetahuan dan Praktik Pembangunan Inklusif” di Menara Phinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (26/10/2026). Kegiatan akademik ini dihadiri sekitar 150 peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen sosiologi.

Acara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik FIS-H UNM, Dr Ahmadin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi penyelenggaraan kuliah umum ini sebagai ruang strategis untuk mengasah kepekaan nalar kritis mahasiswa terhadap isu-isu pembangunan riil di masyarakat.

Ketua Program Studi Sosiologi FIS-H UNM, Mario, turut menyampaikan pandangannya bahwa kegiatan ini dirancang terintegrasi langsung dengan mata kuliah semester berjalan.

Baca Juga : HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Menurutnya, mahasiswa sosiologi tidak boleh berhenti pada pemahaman teori di ruang kelas semata, melainkan harus mampu membaca realitas struktur sosial di masyarakat secara utuh.

Pada sesi utama, sosiolog Universitas Airlangga, Novri Susan, fokus membedah materi mengenai analisis sosial dan rekayasa sosial dalam pembangunan inklusif. Ia memaparkan bahwa analisis sosial yang presisi menjadi fondasi utama sebelum rekayasa sosial dijalankan, agar kebijakan yang dirumuskan tidak timpang dan benar-benar berpihak pada kebutuhan kelompok rentan.

Sementara itu, Dr Subhan Kadir dari Kementerian Sosial RI melengkapi perspektif praktisi dengan menekankan pentingnya pemetaan sosial (social mapping) sebelum program intervensi diturunkan.

Baca Juga : Dibuka Hari Ini, GIIAS Makassar 2026 Sambut Pencinta Otomotif

Ia mengulas bagaimana pemetaan sosial di lapangan menjadi instrumen krusial dalam membaca kebutuhan riil, potensi lokal, serta tantangan pendampingan sosial bagi kelompok marjinal agar program kesejahteraan sosial tepat sasaran dan berkelanjutan.

Diskusi yang dipandu oleh Ulfa Utami Mappe selaku moderator itu berlangsung interaktif melalui dialog kritis antara narasumber dan peserta hingga akhir acara. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646