0%
logo header
Kamis, 10 Juli 2025 08:13

Beautiful Malino 2025: Perayaan Budaya dan Ekonomi Kreatif

Chaerani
Editor : Chaerani
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, didampingi Wakilnya Darmawangsyah Muin, Direktur Poltekpar Makassar Herry Rachmat Widjaja, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sinatriyo Danuhadiningra, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Pemprov Sulsel, Muh Ichsan Mustari, saat membuka resmi Beautiful Malino 2025, di Hutan Pinus Malino, Rabu, (09/07/2025) malam kemarin. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, didampingi Wakilnya Darmawangsyah Muin, Direktur Poltekpar Makassar Herry Rachmat Widjaja, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sinatriyo Danuhadiningra, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Pemprov Sulsel, Muh Ichsan Mustari, saat membuka resmi Beautiful Malino 2025, di Hutan Pinus Malino, Rabu, (09/07/2025) malam kemarin. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Event wisata Beautiful Malino tahun ini dijadikan sebagai momen perayaan budaya dan kemajuan ekonomi kreatif.

Event ini berlangsung selama lima hari sejak 9 hingga 13 Juli 2025, di kawasan Hutan Pinus Malino. Dalam pembukaannya, Rabu, (09/07/2025) malam kemarin dibuka resmi Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, Kementerian Pariwisata diwakili Direktur Poltekpar Makassar Herry Rachmat Widjaja, Kementrian Kebudayaan diwakili Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sinatriyo Danuhadiningra, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Pemprov Sulsel, Muh Ichsan Mustari.

Perayaan budaya ini nampak dari proses pembukaan yang meriah melalui penampilan tari tradisional, paduan suara yang menyanyikan lagu-lagu tradisional, hingga lainnya.

Baca Juga : Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren, LAZ Hadji Kalla Kembangkan Unit Usaha di Ummul Qurra

Husniah Talenrang mengatakan, festival event tersebut mengusung tema “Colours of Culture”. Dimana bermakna selebrasi keberagaman, kekayaan, dan keindahan budaya Nusantara dalam berbagai ekspresi seni yang memikat.

“Festival Beautiful Malino bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga simbol keberlanjutan ekosistem kreatif dan ekonomi lokal,” katanya, dalam pembukaan.

Menurutnya, dengan dukungan semua elemen pemerintah, pelaku seni, masyarakat, dan dunia usaha Beautiful Malino menjadi momentum besar yang memperkuat identitas budaya Kabupaten Gowa. Sekaligus, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

Baca Juga : Putra Sulsel Hasrul Hasan Didaulat Nakhodai KPI Pusat Periode 2026-2029

Lanjutnya, tahun ini, Beautiful Malino di kemas dengan konsep yang berbeda dengan waktu yang ditambah menjadi lima hari. Dimana mengedepankan tiga konsep utama yakni, aman, nyaman dan memorable.

“Kenapa kami laksanakan, karena masyarakat Kabupaten Gowa khususnya di Tinggi Moncong ini sangat menginginkan kembali Beautiful Malino dilaksanakan dan tentunya dengan konsep yang menarik dan tetap memperlihatkan keindahan alam Kabupaten Gowa khususnya Malino,” ujarnya.

Husniah mengungkapkan, festival ini telah menjadi bagian penting dalam kalender pariwisata Sulawesi Selatan dan berhasil menarik puluhan ribu pengunjung setiap tahunnya.

Baca Juga : Sukses Raih Total 16 Medali, UPTD SMPN 24 Sinjai Ukir Sejarah Juara Umum Lomba HUT RI ke-81

Tak hanya itu, Beautiful Malino juga sebagai ajang penguatan identitas budaya warisan daerah, serta penggerak ekonomi lokal berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kami menginginkan kebudayaan yang merupakan kekayaan kabupaten Gowa ini kita angkat kembali sehingga menjadi dikenal dan menjadi bersejarah dan anak-anak kita tidak ketinggalan dengan leluhurnya,” terang Ketua PAN Sulsel ini.

Sementara, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Pemprov Sulsel, Muh Ichsan Mustari menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Beautiful Malino ini.

Baca Juga : Eksplorasi Destinasi dan Kearifan Lokal Toraja, MTBN 2026 Kembali Berlanjut di Sulsel

“Kami apresiasi kepada ibu bupati ran bapak wakil bupati dan masyarakat kabupaten Gowa atas terselenggaranya acara Beautiful Malino,” katanya.

Di kegiatan kali ini, masyarakat Kabupaten Gowa cukup berbangga dengan adanya acara yang diselenggarakan sudah ke tujuh kalinya.

“Tentu ini memberikan dampak kepada masyarakat, dan tentu ini menjadi contoh bagi kabupaten yang lain untuk melaksanakan event-event seperti ini, karena event ini tidak hanya menjelaskan atau memperlihatkan kebudayaan-kebudayaan yang ada di daerah tapi juga tentu ini meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sulsel, karena tentu semua ekonomi bergerak pada kegiatan-kegiatan ini,” tegasnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646