0%
logo header
Kamis, 04 Desember 2025 09:36

Bedah Buku di Makassar, Wabup Barru Tekankan Peran Pemimpin Bangun Budaya Inovasi ASN

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ket: Wakil Bupati Barru, Abustan A Bintang
Ket: Wakil Bupati Barru, Abustan A Bintang

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Mahasiswa aktif mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, dalam sesi diskusi dan tanya jawab bedah buku Diskresi Inovasi Pemerintah Daerah, Rabu (3/12/2025). Pertanyaan itu menyoroti strategi kepemimpinan, budaya inovasi aparatur sipil negara, serta cara memandang masa depan sebagai pemimpin visioner.

Seorang mahasiswa menilai budaya birokrasi masih diwarnai rasa takut mengambil keputusan karena khawatir salah. Ia meminta penjelasan strategi Pemerintah Kabupaten Barru dalam membangun budaya kerja yang mendorong inovasi secara bertanggung jawab.

Menanggapi hal itu, Abustan menegaskan keberanian berinovasi harus dimulai dari pemimpin.

Baca Juga : Bupati Barru Buka Peluang Kolaborasi dengan Kampus dan BRIN Kembangkan Potensi Daerah

“Birokrasi boleh salah, tapi tidak boleh bohong. Pemimpin harus memberi ruang kepada staf agar berani berinovasi,” tegasnya.

Ia mengungkapkan Pemkab Barru membuka ruang inovasi bagi seluruh ASN dan memberi penghargaan bagi ide terbaik. Dalam seleksi inovasi yang digelar sepekan sebelumnya, lebih dari 100 peserta ikut berkompetisi dan 13 orang terpilih sebagai inovator terbaik.

Menurutnya, reward tidak harus berupa uang. Pemerintah dapat memberikan sertifikat, kesempatan pengembangan karier, atau prioritas jabatan sebagai bentuk apresiasi.

Baca Juga : Hadiri HBDI ke-118, Bupati Barru Dukung Senam Taichi Jadi Agenda Rutin Car Free Day

Abustan juga menyoroti hambatan besar inovasi birokrasi, yakni keterlibatan ASN dalam politik praktis.

“ASN tidak boleh terlibat politik. Kalau terlibat, pasti tidak bisa berinovasi. Pola pikirnya hanya politik,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen dirinya bersama Bupati Barru untuk menertibkan ASN, guru, dan kepala desa agar tidak terseret kepentingan politik yang berpotensi menghambat pembangunan daerah.

Baca Juga : Sambut HBDI ke-118, Bupati Barru Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat Lewat Senam Tai Chi

Pertanyaan berikutnya datang dari mahasiswa Program Studi ABSP tentang cara pemimpin melihat masa depan 50 hingga 100 tahun ke depan, sebagaimana konsep visionary leadership.

Abustan menekankan pentingnya menjadi manusia pembelajar.

“Don’t stop to learn. If you don’t learn, you don’t change. If you don’t change, you die,” katanya.

Baca Juga : Pemkab Barru Gandeng STIA LAN Makassar, Perkuat Inovasi Daerah dan Tata Kelola Desa

Menurut dia, hanya pemimpin berpengetahuan dan berwawasan luas yang mampu membaca arah perubahan dunia. Ia mencontohkan tantangan era volatility, uncertainty, complexity, ambiguity atau VUCA, serta pesatnya transformasi digital. Pemimpin masa depan, kata dia, harus memahami teknologi, data, dan tren ekonomi global.

“Hanya ilmu pengetahuan yang bisa melihat masa depan. Tanpa itu, tidak mungkin kita menata pembangunan 50 sampai 100 tahun ke depan,” jelasnya.

Menutup jawabannya, Abustan menyebut hulu inovasi berada di perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Pemerintah daerah berperan mengambil, meniru, lalu memodifikasi inovasi tersebut sesuai kebutuhan daerah.

Baca Juga : Pemkab Barru Gandeng STIA LAN Makassar, Perkuat Inovasi Daerah dan Tata Kelola Desa

Ia mencontohkan inovasi lada perdu dari IPB dan ayam alope dari Unhas yang mulai diterapkan di Barru.

“Inovasi tidak harus pakai uang. Inovasi berangkat dari ide, gagasan, dan keberanian. Tanpa keberanian, inovasi tidak ada,” tegasnya.(*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646