0%
logo header
Minggu, 23 Agustus 2026 15:08

BI Sulsel Fasilitasi Tujuh UMKM Lokal Tembus Pasar Ekspor di Pagelaran KKI 2026

Chaerani
Editor : Chaerani
BI Sulsel melibatkan tujuh UMKM binaan mengikuti businees matching ekspor pada pelaksanaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JCC). (Dok. Humas BI Sulsel)
BI Sulsel melibatkan tujuh UMKM binaan mengikuti businees matching ekspor pada pelaksanaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JCC). (Dok. Humas BI Sulsel)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Bank Indonesia Sulawesi Selatan (BI Sulsel) turut memfasilitasi tujuh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan untuk dapat mengembangkan pasar hingga ke global.

Salah satunya dengan melibatkan mereka dalam pelaksanaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sejak 20 hingga 23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JCC). Event tahunan Bank Indonesia ini mengangkat tema “Beudaya Meusare Sare” yang mengandung arti Berdaya Bersama-sama.

Kepala BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda mengungkapkan, di kegiatan tersebut tujuh UMKM dilibatkan untuk melakukan 14 sesi offline dan 1 sesi online business matching ekspor.

Baca Juga : PLN Mobile Padel Competition 2026 ‘Smash Your Energy’ Resmi Digelar, Wujud Kolaborasi PLN dengan 52 Instansi

“Ada enam UMKM yang ikut businees matching ekspor secara langsung (offline) dan satu UMKM ikut secara online,” ungkapnya, dalam keterangan resminya, Minggu, (23/08/2026).

Adapun pelaku UMKM yang ikut businees matching ekspor secara langsung antara lain, UMKM Kopi Luwak Malino asal Kabupaten Gowa, CV Panrita Jaya Group asal Kota Makassar, Kopivolusi Niwa Indonesia asal Makassar, dan Sehati Kopi asal Makassar.

Kemudian, My Coffeeza Indonesia dari Kabupaten Enrekang, dan PT Bunly Abadi Bersama dari Makassar. Sedangkan UMKM peserta business matching secara online yaitu CV Al Razak Corp dari Kabupaten Enrekang.

Baca Juga : Edward Horas Lakukan Pengawasan APBD di Kelurahan Losari, Pastikan Pembangunan Merata dan Berkualitas

“BI Sulsel bersama stakeholders terus berkomitmen dalam meningkatkan daya saing UMKM di pasar global demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Rizki menambahkan, dalam Business Matching Ekspor KKI 2026 ini telah disepakati Letter of Intent (LOI) kepada tujuh UMKM asal Sulsel dengan buyer dari luar negeri. Sementara, nilai potensi transaksi ekspor diperkirakan mencapai lebih dari Rp380,75 juta.

Kemudian, dari ketujuh UMKM yang dilibatkan, terdapat tiga besar dengan nilai LOI tertinggi. Antara lain, Kopi Luwak Malino (kopi Arabica Malino) dengan PT Cahaya Abadi Terbit (Kanada) senilai Rp245 juta, CV Panrita Jaya Group (kopi Arabica Toraja dan Arabica Enrekang) dengan PT Sumber Kurnia Alam (Singapura) senilai Rp92,25 juta, dan Kopi Luwak Malino (kopi Arabica Malino) dengan PT Sumber Kurnia Alam (Singapura) senilai Rp32 juta.

Baca Juga : BI Sulsel Kenalkan Peserta Sultan QRIS Run 7 Tahun Perjalanan Kampanye Transaksi Digital

Tidak hanya itu, produk UMKM lainnya juga sedang melalui proses market test dan pengiriman sample product, seperti My Coffeeza Indonesia (kopi Arabica Enrekang) dengan Indonesia Specialty Coffee (ISC) dan Indonesia Trading House Guangzhou/ITHG (Tiongkok), selanjutnya Kopivolusi (kopi Arabica) dengan Dua DC Coffee (Amerika Serikat) dan PT Bunly Abadi Bersama (kacang mete) dengan Toko Indo (Singapura) dan Etoobai (Amerika Serikat).

Pada KKI 2026 ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat akses pembiayaan yang diwujudkan melalui Gebyar Pembiayaan. Program ini berupa penandatanganan kesepakatan pembiayaan antara delapan lembaga keuangan yang terdiri dari BRI, BCA, BSI, Mandiri, SMBC, Panin Bank, OCBC, dan BNI dengan UMKM mitra masing-masing.

“Kerjasama ini tentunya merupakan langkah yang luar biasa. Sebab, tantangan pembiayaan UMKM tidak semata terkait ketersediaan dana, tetapi juga kesiapan usaha, persepsi risiko, serta kemampuan mempertemukan UMKM dengan lembaga keuangan,” tegasnya.

Baca Juga : Lewat Pengawasan APBD, Edward Horas Dorong Pembangunan yang Efektif dan Transparan

Lanjut Rizki, untuk itu, BI Sulsel terus memperkuat pengembangan UMKM dari hulu hingga hilir. Selain itu, secara konsisten pihaknya terus mendorong peningkatan kapasitas usaha, penguatan rekam jejak keuangan, peningkatan visibilitas UMKM, serta perluasan akses pasar melalui program UMKM Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable atau Rewako.

Sementara, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman menegaskan, kerjasama BI dengan lembaga keuangan tersebut merupakan hasil dari fasilitasi business matching pembiayaan UMKM yang dilakukan Bank Indonesia.

Ia menyebutkan, hingga dengan Juli 2026, fasilitasi business matching telah mencapai Rp285 miliar, terdiri dari pembiayaan inklusif sebesar Rp150 miliar dan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp135 miliar. Capaian tersebut masih akan terus bertambah seiring realisasi pembiayaan hingga akhir 2026.

Baca Juga : Lewat Pengawasan APBD, Edward Horas Dorong Pembangunan yang Efektif dan Transparan

“Bank Indonesia berperan sebagai katalis dalam memperkuat pembiayaan UMKM dari sisi supply dan demand.” ujarnya. 

Dari sisi supply, Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) memberikan insentif likuiditas kepada perbankan yang menyalurkan pembiayaan kepada UMKM. Sementara itu, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) mendorong perluasan pembiayaan inklusif. Dari sisi demand, digitalisasi pembayaran memanfaatkan QRIS membangun rekam jejak usaha.

“Penguatan ekosistem pembiayaan UMKM ke depan memerlukan komitmen yang konsisten, inovasi yang adaptif, serta sinergi yang semakin erat antara Bank Indonesia, pemerintah, sektor keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya,” tutup Aida.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646