REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Calon Wali Kota Makassar nomor urut 2, Andi Seto Gadhista Asapa melanjutkan aksi blusukan di pasar tradisional. Kali ini, Seto menyasar Pasar Tello, pada Selasa (15/10/2024) pagi.
Seperti biasa, mantan bupati Sinjai ini menyerap aspirasi pedagang pasar maupun pembeli. Ia pun tak luput menikmati jajanan khas Kota Makassar.
Di Pasar Tello, pengurus partai bentukan Prabowo Subianto ini menyantap bubur ketan hitam yang dijual di pinggir jalan.
Baca Juga : Wagub Sulsel Ajak Warga Kenali Layanan dan Produk Keuangan Legal di FIN Expo OJK Sulselbar
“Hari ini kami mencicipi salah satu makanan khas di Makassar, meskipun tampilannya sederhana tapi nikmat, apalagi dinikmati bersama teman-teman,” kata Seto yang lahir dan besar di Kota Makassar.
Pada momen tersebut, Seto diajak warga setempat untuk foto bersama. “Makan miki dulu, sebentar kita foto,” ajak Seto mentraktir makan bubur ketan hitam.
Mereka pun makan bareng Seto. Salah seorang diantaranya mengaku sekeluarga sudah mantap mendukung pasangan Seto-Rezki di Pilkada Makassar.
Baca Juga : FIN Expo 2026, OJK Sulselbar Target 25 Ribu Pengunjung Kian Melek Sektor Keuangan
“Terima kasih Pak Seto. Kami sekeluarga mendukung nomor urut 2. Di rumah sudah ada stikernya, kalau boleh saya minta spanduk untuk dipasang di rumah,” ujar warga tersebut.
Ini bukan kali pertama Seto menikmati kuliner pinggir jalan. Dalam berbagai kegiatan kampanyenya, ia kerap mampir ke warung-warung kecil untuk makan bersama warga. Hal ini sekaligus untuk menyerap aspirasi dari para pelaku UMKM.
Seto beralasan, pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memajukan sektor UMKM. Sebab, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian.
Baca Juga : Target Pertahankan Gelar Juara, Appi Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026
Atas dasar itulah, Seto yang berpasangan dengan Rezki Mulfiati Lutfi menggagas pembentukan pusat pelatihan UMKM di setiap RW dan bantuan modal usaha yang dibarengi dengan pendampingan. Program ini diharapkan agar para pelaku UMKM bisa naik kelas dan dapat menekan angka pengangguran. (*)
