0%
logo header
Kamis, 20 Juli 2023 03:40

Bupati Luwu Utara : Pemberi Layanan Harus Humanis dan Fleksibel

Bupati Luwu utara, Indah Putri Indriani menjadi pembicara Di hadapan 82 peserta PKA Angkatan IV dari pelbagai daerah di Indonesia.
Bupati Luwu utara, Indah Putri Indriani menjadi pembicara Di hadapan 82 peserta PKA Angkatan IV dari pelbagai daerah di Indonesia.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Di hadapan 82 peserta PKA LAN Makassar Angkatan V dari pelbagai daerah di Indonesia, Bupati Luwu utara, Indah Putri Indriani memaparkan materi manajemen perubahan di sektor publik. Rabu (19/07/2023)

Dalam pemaparannya, bupati yang karib disapa IDP mengemukakan bahwa di era digitalisasi saat ini perubahan adalah realitas sosial yang tidak bisa dihindari.

“Menyikapi perubahan yang terus terjadi setiap waktu sebagai pemberi layanan, kita harus berubah seiring dengan perkembangan lingkungan strategis. Tidak ada tempat di negeri ini bagi orang yang tidak mau berubah, perubahan menjadi siklus dari kehidupan manusia,” kata IDP.

Baca Juga : HUT Ke-25 DWP Peringati Hari Ibu, Indah Putri Indriani : Momentum Menghargai Kehadiran Perempuan

Sebagai pemberi layanan, di samping harus cerdas memahami regulasi, IDP juga memberikan tips pentingnya art atau seni dalam melaksanakan tugas.

“Kita tidak boleh kaku, sebagai pemberi layanan harus humanis dan fleksibel,” tegasnya.

Soal smart city, Isteri dari Anggota DPR RI, Muhammad Fauzi ini mengatakan, selain tantangan internal dari aspek SDM digital pemberi layanan, tantangan yang cukup besar adalah penerima layanan terkait dengan akses teknologi informasi.

Baca Juga : TPID Luwu Utara Gelar High Level Meeting untuk Kendalikan Inflasi Jelang Nataru 2025

“Saat ini layanan elektronifikasi tidak bisa ditawar, ke depan akan menjadi model dan kultur baru. Meskipun hasil survey menunjukkan bahwa masih ada masyarakat yang menginginkan layanan face to face untuk mendapatkan layanan yang humanis dan harmonis,” terangnya.

Meski demikian, IDP menyakini bahwa seiring dengan berjalannya waktu masyarakat akan terbiasa dan beradaptasi dengan kultur layanan digital publik yang saat ini terus dikembangkan dan disederhanakan sehingga mudah diakses oleh penerima layanan.

Sementara itu terkait klaster perubahan dalam organisasi, IDP mengatakan hal itu menggambarkan dinamika suatu organisasi dalam merespon perubahan. Klaster pertama yaitu orang yang berani memulai atau mencoba hal baru meskipun potensinya untuk gagal sangat tinggi, klaster kedua orang yang tidak mau menerima hal baru sebelum orang lain disekitarnya menerimanya. Klaster ketiga adalah orang yang lebih maju berani menerima hal baru/teknologi baru dari rata-rata orang di sekitarnya.

Baca Juga : 40 Desa Di Luwu Utara Terima Program TAKE

“Untuk itu penting membangun respek, komunikasi dan kolaborasi sebagai strategi untuk menciptakan kultur melayani yang humanis. Masyarakat penerima layanan butuh suasana yang kondusif, karena itu untuk memberikan pelayanan yang berkualitas secara internal kita harus menjaga stabilitas dengan menciptakan kondisi internal yang tertib dan solid,” ucap IDP. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646