REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA – Kontribusi terhadap perbaikan tata kelola sepakbola nasional bisa datang dari mana saja. Tak harus jadi pemain atau pun pengurus di jajaran manajemen sepakbola.
Dari dunia akademik, misalnya. Andi Widya Warsa Syadzwina membuktikan lewat karya disertasi doktoralnya yang berjudul “Komunikasi dan Olahraga: Studi Manajemen Komunikasi Liga Sepakbola Indonesia di Era Digital“. Disertasi ini membahas peran vital manajemen komunikasi dalam industri sepakbola modern.
Secara simbolik, karya disertasi tersebut diserahkan Wina, sapaan karibnya, kepada dua pemangku kepentingan utama sepakbola nasional, yakni Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dan i-League (Liga Indonesia).
Baca Juga : Munafri-Aliyah Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Program Presiden di Rakornas 2026
Hal ini sekaligus menandai hadirnya gagasan ilmiah terkait manajemen komunikasi di era digital, aspek yang kian menentukan kepercayaan publik dan keberlanjutan industri olahraga sepakbola.
Dari Kemenpora RI, Dr Yayan Rubaeni menerima langsung karya ilmiah tersebut di Perpustakaan Pungkas Tri Baruno, Jakarta. Sementara itu, di kantor i-League, disertasi Wina disambut oleh General Manager Competition and Operation, Ronny Suhatril dan Director of Operation, Asep Saputra.

Momen ini menegaskan pentingnya riset akademik sebagai fondasi dalam merumuskan kebijakan olahraga nasional yang lebih terukur, transparan, dan berbasis data.
Baca Juga : Produksi Gabah Kering Panen Sidrap Naik di 2025, Hasilkan Rp4,51 Triliun
“Saat ini, komunikasi tidak lagi hanya sekadar sarana penyampaian informasi saja. Namun telah berkembang menjadi instrumen strategis untuk membangun kepercayaan publik serta menjaga reputasi industri sepakbola,” kata Wina, Minggu (25/1/2026).
Menurut mantan Media Officer (MO) PSM Makassar itu, sepakbola saat ini berkembang sangat pesat. Hal ini mendorong para pelaku olahraga sepakbola harus beradaptasi dengan cepat pula.
“Kita tidak bisa berjalan dengan cara lama. Pengalaman dan pembelajaran dari sejumlah negara dalam disertasi ini diharapkan dapat memotivasi pengelolaan sepakbola Indonesia agar lebih maju dan profesional,” harap Wina.
Dalam karya ilmiah tersebut, juru bicara pasangan Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham di Pilwali Makassar 2024 itu membedah secara komprehensif tentang tantangan transparansi, derasnya arus opini publik, hingga tuntutan respons cepat di ruang digital sepakbola.
Ia pun berharap karya ilmiahnya tersebut dapat memberi kontribusi penting bagi pengembangan kajian komunikasi olahraga di Indonesia, sekaligus menjadi pijakan menuju tata kelola liga sepakbola nasional yang lebih profesional, transparan, dan adaptif terhadap dinamika industri olahraga global.
Wina sendiri resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Hasanuddin setelah menjalani sidang promosi terbuka di Sekolah Pascasarjana Unhas, Makassar, pada 30 Oktober 2025 lalu. Disertasinya mencuri perhatian publik sebab berisi rekomendasi yang dinilai relevan dan aplikatif untuk mendukung pengelolaan kompetisi sepakbola profesional di Indonesia. (*)
