0%
logo header
Rabu, 23 November 2022 19:29

Dua Pengedar Uang Palsu Rp 2 Miliar di Jakarta Pusat Dibekuk Polisi Usai Jalankan Aksinya

Asril Astian
Editor : Asril Astian
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin, saat meimpin Press Conference Kasus Uang Palsu Rp 2 Miliar, Selasa (22/11/2022). (Istimewa)
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin, saat meimpin Press Conference Kasus Uang Palsu Rp 2 Miliar, Selasa (22/11/2022). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap kasus penipuan dan penggelapan di Aula lantai 3 Polres, Selasa (22/11/2022).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menyampaikan adanya laporan dugaan penipuan dan penggelapaan dengan menggunakan sarana uang yang menyerupai design uang rupiah pecahan seratus ribu.

“Kami akan menyampaikan release terkait dengan penanganan kasus dengan dugaan penipuan dan penggelapan dengan menggunakan sarana uang yang menyerupai ataupun di desain mirip dengan uang rupiah pecahan 100 ribu,” jelas Kombes Pol Komarudin.

Baca Juga : Polres Metro Jakpus Amankan Pelaku Penipuan Tukar Kartu ATM, Begini Modusnya

“Bermula pada saat korban ataupun pelapor membutuhkan uang untuk modal usaha,” sambungnya.

Lebih lanjut, Komarudin menjelaskan kronologi sehingga korban tertipu oleh ulah pelaku.

“Secara kebetulan, pelaku NC menawarkan bahwa menyanggupi ataupun akan mengenalkan orang yang siap memberikan pinjaman modal dimana kebutuhan pelapor membutuhkan pemodalan sebesar Rp5 miliar,” urainya.

Baca Juga : Pelaku Jambret Pesepeda Ditangkap, Hasilnya untuk Beli Narkoba

“Selanjutnya oleh tersangka NC dikenalkan kepada tersangka DL dan juga tersangka JK alias Andika yang sanggup memberikan pinjaman permodalan dengan syarat harus ada uang administrasi untuk memperlancar 10 persen dari pinjaman. Namun karena korban hanya memiliki uang sebesar Rp100 juta sebagai syarat untuk memperlancar proses pinjaman. Karena itu, pelaku hanya bisa memberikan pinjaman dengan nominal sebesar Rp2 miliar,” jelas Kapolres Jakpus.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa korban dan pelaku bertemu di salah satu Ruko di Cempaka Mas untuk menukar uang administrasi dengan uang pinjaman.

“Selanjutnya terjadi komunikasi dan perjanjian, maka di TKP salah satu Kafe di Ruko Cempaka Mas Sumur Batu Kemayoran, korban bertemu dengan pelaku DL diantar oleh pelaku JK dan menyerahkan uang 1 tas yang dikatakan bahwa uang tersebut bernilai Rp2 miliar. Selanjutnya korban juga menyerahkan uang sebesar Rp100 juta sebagai mana persyaratan tadi secara cash langsung dan dibawa oleh pelaku,” tuturnya.

Baca Juga : Lantik Kasat dan Kapolsek, Ini Pesan Kapolres Metro Jakarta Pusat

Setelah sampai di kediaman, tas tersebut dibuka oleh korban, mendapati bahwa nilai nominal tidak sesuai dengan angka Rp2 miliar.

“Untuk itu korban membuat laporan polisi penipuan di Polres Metro Jakarta Pusat selanjutnya kami melakukan pendalaman serta penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa setelah didalami bahwa uang yang diberikan oleh pelaku bukanlah uang asli.

Baca Juga : Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Sabu 11 Kg

“Setelah kami dalami, ternyata uang yang diberikan oleh pelaku ini bukan uang asli atau bukan uang sesuai dengan rupiah pecahan 100.000,” ungkapnya.

Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengamankan pelaku DL alias JK (53) di kediamannya dan juga menyita satu tas yang ada di rumah pelaku dengan total keseluruhan sebanyak 28 ikat, 1 ikat nilainya tertulis 10 juta rupiah dan ada 28 bundel dan jika diasumsikan berjumlah Rp2,8 miliar.

Diakhir rilisnya, Kapolres mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap tawaran pinjaman modal usaha.

Baca Juga : Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Sabu 11 Kg

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menanggapi, merespon, tawaran-tawaran pinjaman modal usaha melalui sosial media dalam bentuk chat dan lain sebagainya,” tutupnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (*)

Penulis : Wahyu Widodo
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646