0%
logo header
Rabu, 12 Juli 2023 21:44

Gandeng BPI dan ADN, Pemkab Wakatobi Gelar Sertifikasi Kompetensi Untuk Pelaku Ekraf Perfilman di Daerah

Pelaku Ekraf Bidang Perfilman di Wakatobi bersama Ketua Umum BPI Gunawan Paggaru, Sekjen ADN Erlan Basri, Manajer Sertifikasi untuk kreator film dan televisi Indonesia Muhammad Ikbal beserta jajaran Disparekraf Wakatobi. (Istimewa)
Pelaku Ekraf Bidang Perfilman di Wakatobi bersama Ketua Umum BPI Gunawan Paggaru, Sekjen ADN Erlan Basri, Manajer Sertifikasi untuk kreator film dan televisi Indonesia Muhammad Ikbal beserta jajaran Disparekraf Wakatobi. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, WAKATOBI — Para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) perfilman di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, mengikuti sertifikasi kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) Gunawan Paggaru mengakui bahwa di  Wakatobi banyak yang memang sudah memiliki kompetensi di bidang perfilman, khususnya dokumenteris. Itu terbukti dengan karya film pelaku ekraf di Wakatobi yang sudah banyak mendapatkan penghargaan.

Katanya, Wakatobi sudah terdaftar dalam kabupaten/kota (kata) kreatif subsektor film. Sehingga negara wajib mengakui profesi-profesi yang memang sudah memiliki kompetensi dalam bentuk sertifikat.

Baca Juga : Srikandi Tangguh PLN Lalui Segala Tantangan Wujudkan Listrik Berkeadilan di Sulselrabar

“Karena sertifikasi ini memverifikasi kompetensi. Kemudian kami dari lembaga sertifikasi khusus perfilman itu akan merekomendasikan untuk diberikan sertifikat oleh negara melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kalau dari BPI terus mensupport melalui bantuan-bantuan dari pemerintah pusat baik Kemendikbud maupun Kemenparekraf,” kata Sutradara kondang itu di kantor Bupati Wakatobi, Kecamatan Wangiwangi, Selasa (11/7/2023).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Dokumenteris Nusantara (ADN), Erlan Basri mengungkapkan, karya-karya pelaku ekraf di daerah pemilik nama “daerah kepulauan tukang besi” ini sudah tembus pada level nasional, pun menjadi pemenang di beberapa festival film pendek dokumenter.

“Nah jika itu kita sandingkan pada saat kita melakukan asesmen, semua terpenuhi maka ujungnya mereka adalah kompeten dan layak direkomendasikan untuk mendapat sertifikat kompetensi sebagai dokumenteris,” terangnya.

Baca Juga : Safari Ramadan di Pulau Tomia, Bupati Haliana Serahkan Bantuan Pembangunan Masjid Ratusan Juta

Dosen fakultas film dan televisi (FFTV) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu menyampaikan, sudah ada beberapa dari Wakatobi dan sudah merasakan sendiri manfaatnya. Dengan sertifikat tersebut mereka dianggap sebagai profesional dan bisa mengajar di kampus dengan apresiasi yang baik.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Wakatobi, Nadar menjelaskan bahwa kegiatan sertifikasi kompetensi ini merupakan bentuk dukungan terhadap para insan pelaku ekraf perfilman di daerah. 

Ia sangat bersyukur kegiatan tersebut bisa dihadiri langsung oleh Ketua BPI dan Sekjen ADN juga manajer sertifikasi untuk kreator film dan televisi Indonesia.

Baca Juga : Gandeng Baznas, Bupati Haliana Serahkan Bantu Beras Kepada Lansia di Pulau Tomia

“Wakatobi mendapatkan dukungan yang luar biasa untuk pengembangan ekraf dan pariwisata, khususnya dari sub sektor perfilman,” jelasnya. (*)

Penulis : Gayus Irawadi
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646