REPUBLIKMEWS, CO.ID, MERAUKE – Korban pembacokan di depan Omart-Apotek K24 Jalan TMP Merauke yang sempat viral di media sosial meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Merauke sekitar pukul 12.30 WIT, Rabu (16/03/2022).
Korban yang diketahui bernama H Mustakim menjalani perawatan selama 12 hari di RSAL Merauke sejak terjadi kasus pembacokan oleh empat orang pelaku Jumat (04/03/2022) lalu. Tiga pelakunya yakni AW, ET dan AW sudah diringkus petugas di Tahanan Polres Merauke dua hari pasca kejadian.
Jenazah almarhum H Mustakim setelah dibawa pihak keluarga dari RSAL Merauke kemudian disemayamkan di rumah duka di Jalan GOR dan dishalatkan di Masjid Nuraini Topan. Almarhum langsung dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Yobar Jalan Arafura Merauke sekitar pukul 17.00 WIT, Rabu (16/03/2022).
Baca Juga : Paslon Bisa Ajukan Gugatan ke MK, Pasca KPU Papua Selatan Umumkan Penetapan Suara Pilgub 2024
Perwakilan Keluarga Korban, H Anwar Nur menyatakan rasa duka mendalam atas meninggalnya Almarhum H Mustakim di usianya yang ke-40an itu. Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban atas peristiwa penganiayaan yang melukai korban hingga harus dirawat di rumah sakit dan akhirnya menutup usia.
“Dengan berpulangnya almarhum H Mustakim, kita keluarga sudah mengikhlaskan. Adapun masalah proses hukum terhadap pelaku kita sudah serahkan kepada pihak berwajib dalam hal ini Polres Merauke, dan buktinya pelakunya sudah ditangkap.
“Kalau pun ada wacana atau isu-isu dari keluarga yang membuat gerakan tambahan, itu tidak ada. Kami keluarga sudah meredam itu. Insyaallah, tidak terjadi apa-apa. Kami ikhlaskan meninggalnya anggota keluarga kami,” ungkap H Anwar Nur yang ditemui republiknews.co.id di rumah duka di Jalan GOR Merauke, Rabu (16/03/2022).
Baca Juga : Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 di Papua Selatan 78,12 Persen, Masih Tinggi Dibanding Nasional
Kasus yang menimpa anggota keluarganya ini, kata H Anwar Nur, menjadi pembelajaran bagi semua pihak khususnya keluarga dan masyarakat Kota Merauke untuk bermawas diri, berhati-hati dan lebih meningkatkan kesiap-siagaan jika hendak bepergian keluar rumah.
“Belajar dari kasus ini, kita semua harus antisipasi, termasuk kelalaian diri kita masing-masing. Kita minta pihak keamanan untuk lebih intensif melakukan keamanan di tempat-tempat umum dan rawan kejahatan yang ada di Merauke,” demikian pesannya.
