0%
logo header
Senin, 10 Juli 2023 00:16

Menjangkau Daerah 3T, PLN Listriki 51 Desa se-Sulselrabar Sepanjang Tahun 2023

Perjuangan petugas PLN memobilisasi tiang melewati sungai ke Desa Akkotengeng, Kabupaten Wajo, Sulsel, menggunakan rakit buatan.
Perjuangan petugas PLN memobilisasi tiang melewati sungai ke Desa Akkotengeng, Kabupaten Wajo, Sulsel, menggunakan rakit buatan.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Sepanjang Tahun 2023, PT PLN (Persero) menunjukan komitmennya dengan menghadirkan listrik bagi 51 Desa dan dusun di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Sebanyak 2.593 pelanggan telah terlistriki dengan tujuan agar seluruh desa termasuk Kawasan 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) di Indonesia dapat menikmati listrik pada 2024.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Moch. Andy Adchaminoerdin optimis dengan hadirnya listrik dapat meningkatakan taraf hidup dan ekonomi masyarakat di daerah 3T.

Dirinya mengisahkan, perjuangan heroik petugas PLN guna menghadirkan listrik ke daerah terpencil bukanlah hal yang mudah, salah satunya di Dusun Lempe, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Sukseskan Perhelatan Beautiful Malino 2024, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip dari Energi Hijau

“Guna memobilisasi material sampai di lokasi tersebut, petugas PLN tidaklah sendirian. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang turut membantu petugas PLN memikul tiang dengan berat 300 kilogram melalui dua jembatan gantung sepanjang 50 meter yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki,” ungkap Andy.

Selain itu, ungkap Andy walaupun dalam pengiriman material akses cukup sulit dan tidak memungkinkan melalui jalur darat, semangat petugas PLN tidaklah surut.

“Petugas PLN bahkan sampai membuat rakit untuk memobilisasi tiang melewati sungai di desa Akkotengeng, Kabupaten Wajo,” kata Andy.

Baca Juga : Pertama di Sulselrabar, Kelurahan Bonto Lebang Gunakan Energi Bersih melalui REC dari PLN

Andy merinci guna menyalurkan listrik ke desa dan dusun tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 177,1 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 158,1 kms, serta 88 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 4.650 kilo Volt Ampere (kVA). Ia menambahkan hingga Mei 2023, realisasi rasio elektrifikasi di Sulselrabar mencapai 99,73 persen sedangkan rasio desa berlistrik telah mencapai 100 persen.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan penyertaan modal negara (PMN), di mana penyertaan tersebut digunakan untuk menghadirkan listrik bagi saudara-saudara kita yang berada di daerah 3T,” tambah Andy.

Andy bersyukur berkat dukungan masyarakat dan stakeholder, desa dan dusun tersebut dapat teraliri listrik demi tercapainya kesejahteraan masyarakat luas dan anak-anak dapat belajar di malam hari.

Baca Juga : Melalui Program TJSL, PLN Dukung Pelaku UMKM Dengan Mengadakan Pelatihan Desain Produk

Terpisah, saat momen peresmian listrik desa Arusu (20/06), Kabupaten Luwu Utara, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyampaikan rasa syukurnya listrik dengan kualitas yang baik hadir di desa tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN. Walaupun banyak tantangan, kami yakin PLN akan terus berupaya menghadirkan kualitas layanan listrik yang baik di desa terpencil dari waktu ke waktu,” ungkap Indah.

Bahar (44), warga Dusun Peppae, Kabupaten Bone, turut bersyukur kini anaknya dapat belajar di malam hari.

Baca Juga : PLN Ajukan Anggaran Rp3 Triliun PMN 2025 Untuk Bangun Kelistrikan Daerah Terpencil

“Alhamdulillah setelah sekian lama kami menunggu akhirnya listrik di dusun kami sudah menyala. Dulu anak-anak harus ke desa sebelah apabila hendak belajar di malam hari, sekarang anak-anak sudah bisa belajar di rumah,” kata Bahar. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646