OPINI: Mudik massal, Gerbang Besar Penyebaran Corona Virus

  • Bagikan

Oleh: Edo (Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, — Menyoal Covid-19 (Corona) yang beberapa pekan ini menjadi luka sekaligus duka bagi masyarakat Indonesia. Covid-19 atau virus korona adalah bagian dari keluarga besar virus yang dikenal sebagai corona virus yang menginfeksi manusia dan hewan.

Mereka dinamai corona virus karena bentuk yang menyerupai paku seperti mahkota di permukaannya. Pada manusia, beberapa corona virus diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus korona yang paling baru ditemukan menyebabkan penyakit Covid-19, karena ditemukan sekitar akhir 2019. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum wabah dimulai di Wuhan, China pada Desember 2019. (iNews.id)

Virus corona dapat menyebar dari orang ke orang melalui tetesan cairan (droplet) dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang dengan virus tersebut batuk atau buang napas. Tetesan yang jatuh pada benda dan permukaan di sekitar orang tersebut, dan orang lain kemudian menyentuh benda atau permukaan itu, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut, mereka dapat tertular.

Tercatat hingga Jumat (20/3/2020) siang, jumlah kasus positif coronavirus di Indonesia mencapai 309 orang. Pasien yang berhasil sembuh mencapai 15 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak 25 persen. Jumlah yang telah diperiksa hingga hari ini mencapai 1.727 orang dan 1.418 dinyatakan negatif Covid-19 dan diizinkan pulang. (tirto.id)

Berangkat dari realitas coronavirus, maka Pemerintah pusat hingga kabupaten telah mengeluarkan beberapa kebijakan berupa imbauan menerapkan pola hidup bersih serta imbauan untuk mengurangi interaksi dengan orang-orang sekitar. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir penyebaran coronavirus. Namun pada penerapannya imbauan tersebut kurang diindahkan oleh sebagian masyarakat khususnya Para perantau ataupun mahasiswa yang melanjutkan study di luar daerah, sebut saja mahasiswa Buton Tengah (Buteng) yang menempuh pendidikan di kota Kendari.

Setelah ditetapkannya tiga orang korban terinfeksi coronavirus di Sultra, maka secara berbondong-bondong Mahasiswa melakukan mudik masal, sebagai upaya menghindarkan diri dari coronavirus. Apabila kita telisik melalui penjelasan Dr. Moh Indro Cahyono seorang Virologist, ia mengatakan bahwa “Sementara di dalam tubuh manusia sendiri, kita memiliki sistem kekebalan yang diperantarai oleh sel memori, sehingga jika kita terinfeksi maka kita akan mengembangkan kekebalan tubuh kita sendiri dalam waktu 7 hari,”. Berangkat dari ulasan tersebut dalam hal ini infeksi coronavirus juga bergantung pada sistem kekebalan tubuh atau antibody.

Dari data yang ada, baik secara nasional maupun secara global, diketahui bahwa kelompok usia muda memang memiliki daya tahan lebih baik ketimbang orang lanjut usia. Meski begitu, bukan berarti kelompok usia muda tidak bisa terkena Corona COVID-19.

“Bisa terkena dan tanpa gejala,” kata Juru Bicara Penanganan Corona COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto, saat memberikan keterangan pers di Kantor BNPB, Jakarta pada Sabtu, 21 Maret 2020.

Menurut Yuri, inilah yang menjadi salah faktor cepatnya penyebaran Virus Corona Covid-19 di Indonesia, karena orang yang sehat itu sebenarnya sudah terkena tapi tanpa gejala, tapi tidak melakukan isolasi diri. (LIPUTAN6)

Melihat fenomena mudik masal Mahasiswa, yang notabenenya usia muda maka bukan hal yang mustahil jika mudik ini akan menjadi pintu gerbang menyebarnya coronavirus, sebab besar kemungkinan para Mahasiswa telah terjangkit coronavirus tanpa gejala, hingga dapat menjadi cikal bakal penyebaran virus di negeri seribu goa.

Maka penerapan asas kepentingan umum dan asas efektifitas dalam penyelenggaraan pemerintah daerah yang termuat dalam UU No.32 Tahun 2004, patut dipertegas dalam upaya penanganan penyebaran coronavirus. Dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Tengah, musti melakukan uapaya-upaya yang lebih progres, demi keselamatan dan ke-BERKAHan Masyarakat Buteng secara keseluruhan.

(Sedia payung sebelum hujan)Salam…

“bolimo karo somanamo lipu”

  • Bagikan