0%
logo header
Kamis, 03 Agustus 2023 10:17

Pemkab Wakatobi Siap Genjot Program Budidaya Udang Vaname Bioflok Secara Besar

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi, Saorudin, didampingi PPK Pengadaan Sarana Budidaya Udang Vaname di Patuno, Kecamatan Wangi-wangi. (Istimewa)
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi, Saorudin, didampingi PPK Pengadaan Sarana Budidaya Udang Vaname di Patuno, Kecamatan Wangi-wangi. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, WAKATOBI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi, Sulawesi Tenggara, lewat Dinas Perikanan, siap menggenjot budidaya udang vaname sistem bioflok secara besar, salah satu program unggulan pada sektor perikanan.

Alhasil, Dinas Perikanan Wakatobi saat ini tengah membangun sarana budidaya udang vaname di atas lahan sekira 1 hektar yang dibiayai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Wakatobi Tahun 2023 yang dialokasikan sebesar Rp2.950.852.000.

Ada empat sarana utama penunjang yang akan dibangun pada pekerjaan pengadaan sarana budidaya udang vaname sendiri.
“Yang pertama itu adalah kolam pemeliharaan udang vaname sebanyak 4 kolam 20 diameter, kemudian sarana utama ke dua di kawasan pembangunan disarana itu adalah tandon (penampungan air) yang berkapasitas 30 ton kalau tidak salah sekitar 26×9 meter, kemudian pembangunan limbah, pengadaan rumah gensetnya, termasuk untuk kantor karyawannya,” kata PPK pengadaan sarana budidaya udang vaname Dinas Perikanan Wakatobi, Madina Hasmar pada Selasa (01/08/2023) kemarin.

Baca Juga : Srikandi Tangguh PLN Lalui Segala Tantangan Wujudkan Listrik Berkeadilan di Sulselrabar

Kawasan sarana budidaya udang vaname Pemkab Wakatobi dibangun diatas lahan sekira 1 hektar berlokasi di Patuno, Kecamatan Wangi-wangi. Proyek ini ditargetkan selesai pada bulan November 2023.

Kepala Dinas Perikanan Wakatobi, Saoruddin melanjutkan, bahwa usai pekerjaan pengadaan sarana budidaya udang vaname dilakukan nanti, Pemkab sekaligus langsung melakukan penaburan benur udang.

“Yang kita akan kembangkan sekarang ini sesuai dengan porsi anggaran kita (Dinas Perikanan) di APBD, kita akomodir empat kolam dulu yang berdiameter 20, dengan target produksi satu kolam itu minimal 2 ton satu kali siklus,” rincinya.

Baca Juga : Safari Ramadan di Pulau Tomia, Bupati Haliana Serahkan Bantuan Pembangunan Masjid Ratusan Juta

Budidaya udang vaname sistem bioflok merupakan produk baru pada sektor perikanan di Wakatobi yang diharapkan mampu menggenjot PAD, termasuk budidaya rumput laut salah satu produk  unggulan di Dinas Perikanan yang kini pengembangannya tengah didorong oleh pemerintah pusat.

Ia meyakini bahwa keberhasilan program budidaya udang vaname di Wakatobi sangat besar. Terbukti saat dilakukan uji coba pada tahun 2022 lalu, program ini dinilai sangat berhasil karena 1 kolam bioflok berdiameter 10 mampu memproduksi 1,2 ton satu kali siklus dengan waktu 58 hari.

“Ini yang menjadi target bapak bupati untuk mengembangkan budidaya udang vaname ini. Mudah-mudahan dengan proses produksi kita tahun ini bisa berkontribusi untuk PAD kita,” harapnya. (*)

Penulis : Gayus Irawadi
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646