REPUBLIKNEWS.CO.ID, MUNA BARAT –– Korban “La Nono” 21 tahun, mengalami luka-luka di bagian wajah dan kepala. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (16/04/2020) lalu.
Bermula saat teman korban bernama Andres meminta untuk diantar ke Desa Katobu. Ketika melintas dari desa lasosodo, mereka dihadang oleh sekelompok pemuda di dekat pasar Tongkoea Desa Lailangga, Kecamatan Wadaga. Tiba-tiba, para pelaku menyerang korban hingga babak belur, sementara Andres berhasil kabur menyelamatkan diri.
Paman korban, Ismail mengatakan, Korban mengalami luka parah pada bagian wajah dan kepala.
Baca Juga : realme C100 Diperkenalkan ke Anak Muda Makassar, Tawarkan Daya Tahan Ekstrem dan Performa Stabil
Diduga atas penganiayaan tersebut, korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia pada selasa 12 mei 2020, di RSUD Bahteramas, Kendari.
Perkara ini sempat dilaporkan ke Polsek Lawa, pada saat hari kejadian. Pihak kepolisian baru berhasil membekuk satu orang pelaku pengeroyokan.
Ismail menambahkan, Satu minggu setelah kejadian, pihak Kepolisian tengah berupaya melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya. Namun tiba-tiba, ada pihak-pihak tertentu secara diam-diam membujuk korban untuk mencabut laporan polisi.
Baca Juga : Gerakan Biopori dan Komposter Ala PLN UIP Sulawesi Ciptakan Lingkungan Keberlanjutan di Tempat Kerja
“Sangat disayangkan, korban masih dalam keadaan sakit tiba-tiba harus berhadapan dengan pihak kepolisian. Waktu itu, ibu korban tidak diberi tahu tujuan anaknya dibawa ke Polsek, ternyata untuk mencabut laporan. Jangan mentang-mentang jadi aparat Desa, seenaknya mau ambil keputusan tanpa ada diskusi dahulu dengan pihak keluarga. Lalu sekarang mau bertanggung jawab ketika keponakan saya sudah meninggal,” pangkasnya.
Sampai saat ini satu orang pelaku yang telah berhasil ditangkap sudah dibebaskan. Sementara pelaku lainnya belum dapat dilakukan penangkapan.
Paman korban berharap kasus ini tetap diproses secara hukum dan para pelaku segera ditangkap dan diadili. “Karena telah menyebabkan korban meninggal dunia,” tutupnya. (Akbar Tanjung)
