REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Terdapat tiga lapangan usaha dengan penyaluran kredit yang mendominasi di Sulawesi Selatan. Salah satunya di sektor perdagangan besar dan eceran dengan jumlah kredit yang diakses pelaku usaha sebesar Rp38,21 triliun.
“Kami melihat ada lapangan usaha dengan penyaluran kredit terbesar di Sulsel. Masing-masing perdagangan besar dan eceran, pertanian dan kehutanan, hingga industri pengolahan,” terang Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch. Muchlasin, dalam keterangannya, kemarin.
Ia menyebutkan, untuk jumlah penyaluran kreditnya sendiri yakni sektor perdagangan besar dan eceran dengan share 22,08 persen atau mencapai Rp38,21 triliun. Sementara secara pertumbuhan mencatatkan meningkat 0,57 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Baca Juga : Hadirkan Kebermanfaatan, YBM PLN UID Sulselrabar Berikan Senyum bagi Anak Panti Asuhan dan Dhuafa
Selanjutnya, pada sektor pertanian, perburuan dan kehutanan mencapai Rp15,80 triliun kredit yang diakses di sektor tersebut dengan share 9,13 persen. Jumlah ini pun tumbuh 10,86 secara secara tahunan.
“Untuk industri pengolahan akses kreditnya mencapai Rp8,32 triliun dengan jumlah share 4,81 persen. Kenaikan penyaluran kreditnya secara tahunan itu 4,37 persen,” ujarnya.
Di sektor lainnya yang mencatat pertumbuhan positif yakni real estate dengan pertumbuhan 26,04 persen atau mencapai Rp3,83 triliun. Di susul sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi sebesar 10,51 persen atau sebesar Rp2,82 triliun.
Baca Juga : Hadir Klarifikasi di Kejati Sulsel, Andi Ina Kooperatif Beri Keterangan untuk BPKP
Adapun penyaluran kredit yang mengalami kontraksi yakni sektor konstruksi dengan penurunan -9,18 persen, serta listrik, air dan gas dengan kontraksi -9,10 persen.
Sebelumnya, penyaluran kredit bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan menunjukkan peran yang semakin signifikan dalam mendorong perekonomian daerah.
Hingga Januari 2026, penyaluran kredit UMKM telah menyasar sekitar 909.544 debitur dengan total penyalurannya mencapai sekitar Rp61,58 triliun. Porsi kredit UMKM ini pun tercatat mencapai 36,32 persen dari total kredit.
Baca Juga : Teken Komitmen Bersama, Pemkab Sidrap Siap Optimalkan Tata Kelola Persampahan
“Secara keseluruhan, kredit UMKM tersebut telah menjangkau 909.544 debitur, menunjukkan luasnya akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai skala. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 0,75 persen secara tahunan atau year on year (yoy),” terang Muchlasin.
Ia menjelaskan, dari sisi komposisi, penyaluran kredit masih didominasi oleh segmen usaha mikro yang menyumbang 57,30 persen atau mencapai Rp35,29 triliun. Dimana menyasar 851.918 debitur dari pelaku UMKM.
Sementara itu, penyaluran kredit pada usaha kecil mengambil porsi sebesar 27,72 persen dengan jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp17,07 triliun yang disalurkan ke 53.279 debitur. Adapun penyaluran kredit ke sektor usaha menengah sebesar 14,98 persen.
Baca Juga : Berkat Program TJSL PLN, Produk UMKM Rumah BUMN Selayar Tembus Pasar Modern
“Di sektor ini penyaluran kreditnya mencapai Rp9,2 triliun yang disalurkan ke 4.347 pelaku usaha,” katanya.
Menurut Muchlasin, penyaluran kredit UMKM yang meningkat ini menandakan adanya perluasan akses pembiayaan formal bagi pelaku. Selain itu, kenaikan tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan modal usaha, ekspansi bisnis, dan penciptaan lapangan kerja.
