0%
logo header
Jumat, 12 Juni 2020 20:29

Pernikahan Diduga Sesama Jenis Hebohkan Warga Soppeng

La Saddam
Editor : La Saddam
Pernikahan Diduga Sesama Jenis Hebohkan Warga Soppeng

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Dugaan melakukan nikah sirih, inisial MS dengan MT jenis kelamin yang sama terjadi di Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Rabu 10 Juni 2020 malam.

Pernikahan antara Jenis Perempuan dengan Perempuan tersebut baru terungkap setelah adanya beberapa warga yang merasa curiga saat menghadiri Pesta Pernikahannya yang dilangsungkan secara sederhana namun dengan menggunakan Baju Adat Bugis Soppeng.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Andi Aris Kepala Desa Baringeng mengaku kecolongan atas terjadinya perkawinan sesama jenis di wilayahnya.

Baca Juga : Pemkot Tarakan Pelajari Pengelolaan PAUD Holistik Ala TK Islam Athirah Makassar

“Disampaikan ke saya bahwa anaknya mau menikah, tetapi saya arahkan ke Kantor Urusan Agama (KUA) namun dia beralasan kalau dirinya tidak memiliki uang,” ucap Andi Aris, saat ditemui awak media, Jumat (12/06/2020).

“Kemarin baru saya tahu setelah beberapa warga datang kerumah saya menyampaikan tentang kejadian tersebut,” tambahnya.

Sementara pihak Keluarga Perempuan di Desa Baringeng Rudi yang dihubungi mengaku sementara menelusuri atas kasus Perkawinan keluarganya.

Baca Juga : Tinjau Keandalan Kelistrikan Sulbagsel, Dewan Komisaris PLN Tekankan Mitigasi Resiko dan Penguatan Koordinasi

“Sementara ditelusuri,” singkatnya.

Sedangkan Kepala Desa Pesse Andi Fatmawati, mengungkit bahwa yang bersangkutan adalah mantan Warganya.

“Dulu dia tinggal di Desa Pesse tetapi sekarang pindah ke Desa Pising,” kata Andi Fatmawati.

Baca Juga : ICRAF Fasilitasi 62 Karya Ilmiah Berbasis Kemandirian Pangan Sulsel di Tengah Krisis Iklim

“Jenis kelaminnya seorang perempuan yang semasa kecilnya waktu tinggal di Desa Pesse panggilannya Embeng,” tambahnya.

Kades Pising Hj. Siti Salmiah, mengatakan bahwa surat pengantarnya tidak dikeluarkan karena yang bersangkutan di berjenis kelamin di KTP namun aparat dikantor menyatakan bahwa yang bersangkutan perempuan sehingga diminta semua data-datanya seperti Kartu Keluarganya (KK) tetapi sampai saat ini tidak ada dibawa ke kantor Desa.

“Baru-baru ambil pengantar dari Kantor Desa, tapi tidak dikeluarkan karena Data yang minta tidak diserahkan,” ungkapnya.

Baca Juga : PLN Bekali Pekerja Proyek SUTT 150 kV Palu 3-Tambu Prosuder Keselamatan Kerja

Sampai berita ini diterbitkan, dugaan kejadian tersebut yang bersangkutan beserta orang tuanya belum dapat dikonfirmasi langsung. (Yusuf)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646