REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Dugaan melakukan nikah sirih, inisial MS dengan MT jenis kelamin yang sama terjadi di Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Rabu 10 Juni 2020 malam.
Pernikahan antara Jenis Perempuan dengan Perempuan tersebut baru terungkap setelah adanya beberapa warga yang merasa curiga saat menghadiri Pesta Pernikahannya yang dilangsungkan secara sederhana namun dengan menggunakan Baju Adat Bugis Soppeng.
Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Andi Aris Kepala Desa Baringeng mengaku kecolongan atas terjadinya perkawinan sesama jenis di wilayahnya.
Baca Juga : Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren, LAZ Hadji Kalla Kembangkan Unit Usaha di Ummul Qurra
“Disampaikan ke saya bahwa anaknya mau menikah, tetapi saya arahkan ke Kantor Urusan Agama (KUA) namun dia beralasan kalau dirinya tidak memiliki uang,” ucap Andi Aris, saat ditemui awak media, Jumat (12/06/2020).
“Kemarin baru saya tahu setelah beberapa warga datang kerumah saya menyampaikan tentang kejadian tersebut,” tambahnya.
Sementara pihak Keluarga Perempuan di Desa Baringeng Rudi yang dihubungi mengaku sementara menelusuri atas kasus Perkawinan keluarganya.
Baca Juga : Upacara HUT RI Ke-81 PLN Se-Regional Kota Makassar Berlangsung Khidmat
“Sementara ditelusuri,” singkatnya.
Sedangkan Kepala Desa Pesse Andi Fatmawati, mengungkit bahwa yang bersangkutan adalah mantan Warganya.
“Dulu dia tinggal di Desa Pesse tetapi sekarang pindah ke Desa Pising,” kata Andi Fatmawati.
Baca Juga : 731 WBP Lapas Narkotika Samarinda Terima Remisi HUT RI, 7 Orang Bebas
“Jenis kelaminnya seorang perempuan yang semasa kecilnya waktu tinggal di Desa Pesse panggilannya Embeng,” tambahnya.
Kades Pising Hj. Siti Salmiah, mengatakan bahwa surat pengantarnya tidak dikeluarkan karena yang bersangkutan di berjenis kelamin di KTP namun aparat dikantor menyatakan bahwa yang bersangkutan perempuan sehingga diminta semua data-datanya seperti Kartu Keluarganya (KK) tetapi sampai saat ini tidak ada dibawa ke kantor Desa.
“Baru-baru ambil pengantar dari Kantor Desa, tapi tidak dikeluarkan karena Data yang minta tidak diserahkan,” ungkapnya.
Baca Juga : Bupati Gowa: Semangat Kemerdekaan Diwujudkan Dengan Jaga Persatuan dan Kebersamaan
Sampai berita ini diterbitkan, dugaan kejadian tersebut yang bersangkutan beserta orang tuanya belum dapat dikonfirmasi langsung. (Yusuf)
