REPUBLIKNEWS.CO.ID, MERAUKE – Kabar duka datang dari langit Papua Selatan. Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Benyamin Izaac Rudolf Latumahina menutup usia sekitar pukul 21.05 WIT, Jumat (02/06/2023).
Kabar meninggal dunia politisi Partai NasDem Provinsi Papua Selatan ini tersebar di media sosial dan diteruskan secara berantai di kanal WhatsApp. Kabar itu dibenarkan oleh sejumlah pejabat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Merauke.
Informasi yang dihimpun, mendiang Beny Latumahina dilaporkan pingsan dalam sebuah acara pernikahan di Gedung Belafiesta, Merauke. Hal itu sebagaimana dibenarkan Wakil Ketua I DPRD Merauke, Hj. Al Marotus Solikah.
Baca Juga : Paslon Bisa Ajukan Gugatan ke MK, Pasca KPU Papua Selatan Umumkan Penetapan Suara Pilgub 2024
Al Marotus Solikah mengaku terkejut mendengar kabar kepergian pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Merauke itu. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda sakit kronis sebelumnya. Mendiang Beny Latumahina merupakan figur pimpinan dewan yang baik, cerdas, kharismatik dan humoris.
“Sangat tidak disangka. Sebab, beberapa jam sebelumnya beliau (almarhum) sempat berkomunikasi lewat telepon. Kemudian menyampaikan ada agenda menghadiri acara pernikahan,” akunya penuh kesedihan.
Menurut Al Marotus, dari informasi yang diperolehnya, Ketua DPRD Merauke diketahui jatuh pingsan dalam acara dan dilarikan ke RSUD Merauke untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa Benjamin Latumahina tak tertolong.
Baca Juga : Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 di Papua Selatan 78,12 Persen, Masih Tinggi Dibanding Nasional
Informasi lain menyebutkan, diduga serangan jantung Beny Latumahina jatuh pingsan tak tertolong saat memandu sebuah acara bebas pesta pernikahan di gedung Belafiesta, Merauke, Jumat malam.
“Saat mau acara melantai, dia (Pak Beny) naik ke atas panggung dan pegang mikrofon untuk beri kata sambutan dan pandu acara bebas. Lalu musik dibunyikan keras. Kami kaget, tiba-tiba beliau (Pak Beni) shock dan terjatuh. Undangan lain berhamburan dan pesta bubar seketika,” ujar Aryo, salah seorang pengunjung pesta.
Disebutkan, tak berselang lama seluruh ruangan sudah dipenuhi oleh para pejabat dari DPRD dan Kantor Bupati Merauke untuk segera melarikan Pak Beny ke RSUD Merauke. Petugas medis sempat melakukan pompa jantung di ruang gawat darurat, namun nyawanya tidak tertolong.
Baca Juga : KPU Papua Selatan Umumkan Pemenang Pilgub 2024, Safanpo-Imadawa Raih Suara Tertinggi
Kepergian politikus Partai NasDem Papua Selatan ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, pemerintah daerah. kalangan anggota DPRD dan seluruh warga Merauke di Provinsi Papua Selatan.
