REPUBLIKNEWS.CO.ID, KEPULAUAN SELAYAR – Balai Taman Nasional Taka Bonerate menggelar acara pisah sambut Kepala Balai TN Taka Bonerate dari pejabat lama Faat Rudhianto, kepada Ahmad Yani sebagai pejabat baru berlangsung di Hotel Reyhan Square, Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pukul 19.30 Wita, Sabtu (11/03/2023).
Acara spesial itu dihadiri oleh sejumlah Forkopimda Kepulauan Selayar, seluruh Pejabat dan Staf dijajaran Balai TN Taka Bonerate, Wildlife Conservation Society – Indonesia Programme (WCS-IP) Selayar, Para Mitra dan tamu udangan lainnya.
Genap 5 tahun Faat Rudhianto mengemban tugas sebagai Kepala Balai TN Bonerate mulai dari bulan maret 2018 hingga Maret 2023 saat ini, dan akan mengemban tugas barunya di Balai TN Aketajawe Lolobata, Ternate, Maluku Utara.
Baca Juga : Bupati Selayar Letakkan Batu Pertama Kampus ITSBM, Fokus Tingkatkan SDM Lokal
Setelah acara pisah sambut selesai, Faat Rudhianto didampingi Isterinya pada awak media mengatakan bahwa, sudah banyak hal yang telah dikerjakan selama 5 tahun dengan berbagai program yang memberikan manfaat terhadap masyarakat.
“Setelah ini, akan bertugas di Balai TN Aketajawe Lolobata, dan saya titip pesan kepada Kepala Balai TN Taka Bonerate yang baru agar tetap melanjutkan program kerja yang sudah direncanakan dan dilaksanakan oleh teman-teman, khususnya pengelolaan TN Taka Bonerate untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Selayar yang tercinta ini,” ungkapnya.
Dikesempatan yang sama, Ahmad Yani mengungkapkan bahwa akan melanjutkan program-program yang telah dirintis, sebagai modal besar dalam pengelolaan Taman Nasional untuk masuk dalam fase pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam, sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang ada dalam kawasan Taman Nasional.
Baca Juga : 25 Personel Polres Selayar Terima Kado Tahun Baru Berupa Kenaikan Pangkat
“InsyaAllah kami akan terus bekerja dengan multi pihak untuk mendukung dan memudahkan dalam pengelolaan kawasan secara bersama-sama. Kami yakin bahwa kawasan ini akan terkelola dengan baik jika semua pihak turut serta didalam mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam kawasan Taka Bonerate,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memberikan contoh sebagai wujud dari terlindungi dan terjaganya kawasan TN Taka Bonerate, telah muncul beberapa satwa langka seperti hiu paus dan jenis burung alves. Pertumbuhan terumbu karang semakin baik sebagai objek yang bisa disajikan kepada para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
