0%
logo header
Rabu, 15 November 2023 12:45

PLN Berhasil Bangun PLTS Terapung Cirata, Listriki 50 Rumah

Chaerani
Editor : Chaerani
Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan PLTS Terapung Cirata, di Purwakarta, Jawa Barat, kemarin. (Dok. Humas PLN UIP Sulawesi)
Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan PLTS Terapung Cirata, di Purwakarta, Jawa Barat, kemarin. (Dok. Humas PLN UIP Sulawesi)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, PURWAKARTA — PT PLN (Persero) berhasil mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.

Peresmiannya pun dilakukan langsung Presiden RI Jokowi Widodo.

PLTS Terapung Cirata ini merupakan pembangkit ramah lingkungan yang menjadi bukti komitmen Indonesia melalui PLN dalam melakukan transisi energi demi mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 mendatang.

Baca Juga : Penguatan Pemberitaan dalam Pengawasan Pilkada Serentak 2024, Bawaslu Sulsel Bangun Sinergitas dengan Media

“Hari ini merupakan hari yang bersejarah karena mimpi besar kita untuk membangun pembangkit energi baru terbarukan dalam skala besar akhirnya bisa terlaksana. Indonesia berhasil membangun PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara dan nomor 3 di dunia,” kata Joko Widodo di sela-sela, peresmian, kemarin.

Ia mengungkapkan, saat ini pertumbuhan pembangkit energi bersih di Indonesia semakin baik. Di Jawa Barat sudah memiliki PLTA dengan kapasitas hingga 1.000 MW. Dengan beroperasinya PLTS Terapung Cirata 192 Megawatt peak (MWp) semakin menambah kapasitas terpasang pembangkit energi bersih.

“Ke depan, kalau dimaksimalkan bisa menambah kurang lebih 1.000 MWp. Saya gembira dan bangga melihat PLTS ini telah selesai, ini hasil kerja sama Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, bersama PLN dan kolaborasi dengan kekuatan dunia yaitu Masdar dari Uni Emirat Arab (UEA),” tegasnya.

Baca Juga : Toyota Expo by Kalla di TSM Makassar, Pengunjung Bisa Nikmati Penawaran Terbaik

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pembangunan PLTS Cirata menjadi langkah nyata PLN dalam mendukung pemerintah melakukan transisi energi.

“Peresmian ini menjadi bukti bahwa transisi energi tidak hanya sekadar wacana, tetapi telah menjadi wujud nyata bahwa PLN serius, dan all out menjalankan arahan Bapak Presiden Joko Widodo dalam menghadirkan energi bersih di Indonesia,” katanya.

Proyek Strategis Nasional (PSN) ini memanfaatkan 4 persen area Waduk Cirata atau sekitar 200 hektare (Ha). Terdiri dari 13 pulau yang berisi 340 ribu solar panel, mampu melistriki lebih dari 50 ribu rumah. PLTS Terapung Cirata mampu memproduksi energi bersih sebesar 245 gigawatt hour (GWh) per tahun dan mereduksi 214 ribu ton CO2 per tahun.

Baca Juga : Beautiful Malino 2024 Angkat Tema Harmoni, Konsep Kegiatan Lebih Spesial

Darmawan menjelaskan, PLTS Terapung Cirata juga menjadi bukti kolaborasi Indonesia dengan dunia global dalam melakukan transisi energi. PLTS ini dibangun hasil kolaborasi subholding PLN Nusantara Power dengan perusahaan pengembang EBT asal UEA, Masdar.

“Pemanasan suhu bumi ini adalah masalah global, untuk itu penyelesaiannya pun harus dilakukan secara global. Pembangkit ini menjadi bukti bahwa dalam melakukan transisi energi PLN tidak dapat melakukannya dalam suasana kesendirian, kami terbuka untuk berkolaborasi,” tambah Darmawan.

Lewat kolaborasi, proyek ini mampu menyerap sekitar 1.400 tenaga kerja lokal dan memberdayakan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Baca Juga : OJK: Periode April Realisasi Kredit UMKM di Sulsel Tumbuh 8,88 Persen

“Kami melakukan joint study, joint investment, dan kolaborasi teknologi dengan state of the art of technology, sampai kolaborasi SDMnya. Dengan demikian, PLTS ini tidak hanya menambah bauran EBT, namun juga meningkatkan kapasitas nasional,” kata Darmawan.

Darmawan menambahkan, melihat luasan Waduk Cirata, pihaknya telah memetakan potensi pengembangan PLTS Terapung Cirata. Dengan luasan 6.200 hektare, PLTS ini bisa dikembangkan hingga lebih dari 1.000 MWp.

Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA Thani bin Ahmed Al Zeyoudi mengatakan, peresmian PLTS Terapung Cirata merupakan hasil konkret kerja sama antara Indonesia dan UEA. Dengan beroperasinya PLTS Terapung Cirata menegaskan komitmen Indonesia dan UEA dalam transisi energi.

Baca Juga : OJK: Periode April Realisasi Kredit UMKM di Sulsel Tumbuh 8,88 Persen

Selain itu, dengan beroperasinya PLTS Terapung Cirata juga mampu membuka potensi pengembangan energi hijau lainnya di Indonesia.

“Ini juga menjadi visi penting bagi UEA, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi ramah lingkungan. PLTS Terapung Cirata menjadi bukti kuatnya kerja sama ekonomi dan hubungan bilateral Indonesia dan UEA,” terang Thani.

PLTS Terapung Cirata juga sebagai bentuk terciptanya kerja sama investasi yang baik antar dua negara. Proyek energi bersih ini menjadi trobosan bagi pendorong ekonomi baru di sektor logistik, pariwisata, manufaktur, bahkan sektor pertanian dan ekonomi halal antar dua negara.

Baca Juga : OJK: Periode April Realisasi Kredit UMKM di Sulsel Tumbuh 8,88 Persen

“Tentu saja, ke depan kita semua akan lebih banyak menghasilkan proyek energi ramah lingkungan seperti yang kita rayakan pada hari ini. Langkah strategis ini menjadi peran utama dalam mendorong target NZE,” tegasnya.

UEA juga berkomitmen untuk melakukan investasi lanjutan khususnya di energi bersih. Dukungan UEA ini sebagai dorongan terhadap Indonesia untuk bisa mencapai NZE pada 2060 mendatang.

Di tempat yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi menjelaskan, Masdar sebagai perusahaan kelas dunia berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan teknologi sehingga dapat memberikan solusi dan jawaban dalam upaya transisi energi. Ke depan, terdapat rencana pengembangan PLTS Terapung Cirata ini lebih baik lagi dan mampu memberikan kontribusi lebih kepada Indonesia.

Baca Juga : OJK: Periode April Realisasi Kredit UMKM di Sulsel Tumbuh 8,88 Persen

“Kerja sama antara Masdar dan PLN menjadi bukti dukungan kami terhadap agenda transisi energi di Indonesia,” katanya.

Masdar dan PLN juga sepakat untuk dapat melipatgandakan kapasitas yang ada pada proyek ini.

“Kami sangat menantikan kolaborasi lanjutan untuk bisa memberikan manfaat yang lebih besar,” tutup Jameel.

Baca Juga : OJK: Periode April Realisasi Kredit UMKM di Sulsel Tumbuh 8,88 Persen

Turut hadir dalam peresmian PLTS Terapung Cirata, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, dan Pj Bupati Purwakarta Benni Irwan.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646