0%
logo header
Jumat, 30 Oktober 2026 18:34

SIBF BI Sulsel Berhasil Wadahi Rp9,64 Triliun Investasi, Bukukan Ekspor Rp818,5 Miliar

Chaerani
Editor : Chaerani
SIBF yang digelar Bank Indonesia Sulawesi Selatan menjadi wadah dalam memfasilitasi para pelaku UMKM menuju pasar ekspor. (Dok. Humas BI Sulsel)
SIBF yang digelar Bank Indonesia Sulawesi Selatan menjadi wadah dalam memfasilitasi para pelaku UMKM menuju pasar ekspor. (Dok. Humas BI Sulsel)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pelaksanaan Sulampua Investment & Business Forum (SIBF) 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan bersama pemerintah provinsi setempat berhasil menjadi wadah dalam memperkuat investasi hingga komitmen ekspor.

Bertajuk “Advancing Sulampua’s Potential: From Regional Strengths to Global Value Chains”, kegiatan ini berlangsung pada 28-29 Oktober 2026, di Hotel Claro Makassar.

Kepala Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda mengungkapkan, pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini berhasil menghasilkan 17 Letter of Intent (LoI) dengan total potensi investasi mencapai Rp9,64 triliun.

Baca Juga : OJK Sulselbar Edukasi Warga Maros Makin Cakap Kelola Keuangan

Sementara, dari sisi perdagangan, SIBF 2026 membukukan komitmen ekspor sebesar Rp818,5 miliar. Capaian tersebut meningkat signifikan jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp228,1 miliar.

“Investasi dan perdagangan berperan penting dalam menciptakan efek berganda bagi perekonomian serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, percepatan investasi dan perluasan perdagangan memerlukan sinergi yang kuat dari berbagai pihak,” ungkapnya, dalam Penutupan SIBF 2026, kemarin.

Adapun capaian investasi tersebut berasal dari kemitraan 47 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) se-Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua) dengan 44 buyer dari 20 negara. Adapun, dari total komitmen ekspor tersebut, Sulawesi Selatan menyumbang Rp740,6 miliar. Selain itu, tujuh UMKM Sulawesi Selatan berhasil memperluas akses pasar melalui kerja sama dengan jaringan ritel modern dalam negeri.

Baca Juga : PLN Bersama Polda Sultra Perkuat Koordinasi, Pastikan Keamanan dan Perlindungan Aset Kelistrikan

“Di pertemuan ini melibatkan sekitar 900 peserta dalam berbagai kegiatan. Ada promosi proyek investasi dan produk UMKM unggulan, empat sesi talkshow, business matching, dan investment site visit,” jelasnya.

Untuk meningkatkan dampak kegiatan, SIBF 2026 didukung oleh tiga strategi utama. Pertama, memperkuat pemetaan proyek investasi dan UMKM unggulan secara terintegrasi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua). Kedua, menjalin kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dalam penyiapan proyek serta pengembangan berbagai skema pembiayaan, termasuk Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Upaya ini juga melibatkan trading house dan jaringan ritel modern untuk memperluas akses pasar UMKM,” terangnya.

Baca Juga : Hadirkan Ragam Kegiatan Menarik, GIIAS Makassar Jadi Pilihan Tepat Nikmati Akhir Pekan

Ketiga, memperkuat promosi dan fasilitasi bisnis melalui market sounding, business matching, serta pendampingan berkelanjutan untuk mendorong realisasi investasi dan perdagangan.

Rizki menjelaskan, SIBF 2026 merupakan pengembangan dari kegiatan tahunan Anging Mammiri Business Fair (AMBF) dan South Sulawesi Investment Forum (SSIF) yang sejak 2024 diselenggarakan melalui Forum PINISI SULTAN.

Di pertemuan ini menawarkan 43 proyek investasi potensial dari wilayah Sulampua. Selain itu, telah dijadwalkan 98 pertemuan bisnis (one-on-one meeting) dengan lebih dari 30 calon investor dari dalam dan luar negeri.

Baca Juga : Jelang HUT NasDem ke-15, Kader DPW dan GPND Sulsel Gelar Aksi Jumat Berkah

“Keberhasilan SIBF tidak hanya diukur dari besarnya komitmen yang dihasilkan, tetapi juga dari realisasi investasi dan transaksi perdagangan yang berkelanjutan,” terangnya.

Sementara, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Since Erna Lamba menegaskan, komitmen pemerintah daerah dalam mendukung iklim investasi yang kondusif. Termasuk mendorong penguatan hilirisasi komoditas unggulan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing daerah.

Untuk itu, pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan perlu didukung oleh infrastruktur dan konektivitas yang memadai agar mampu menarik investasi, memperkuat rantai pasok, dan mendorong pemerataan ekonomi.

Baca Juga : Jelang HUT NasDem ke-15, Kader DPW dan GPND Sulsel Gelar Aksi Jumat Berkah

“Melalui SIBF 2026, pemerintah daerah mengajak investor dan mitra usaha untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur dan konektivitas melalui investasi yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi perekonomian daerah,” tegasnya singkat.

Terpisah, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta menegaskan bahwa investasi dan perdagangan merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi Sulampua yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Penguatan investasi dan perdagangan perlu difokuskan pada peningkatan nilai tambah, diversifikasi ekonomi, serta konektivitas antarwilayah guna mengoptimalkan potensi unggulan Sulampua,” katanya secara virtual.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646