0%
logo header
Kamis, 23 April 2020 00:05

Soppeng Jadi Kabupaten Pertama di Sulsel yang Miliki Laboratorium Swab Pasien Covid-19

Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah, bersama Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, saat peresmian Laboratorium Swab Pasien Corona (Covid-19), Rabu (22/04/2020).
Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah, bersama Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, saat peresmian Laboratorium Swab Pasien Corona (Covid-19), Rabu (22/04/2020).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG – Kabupaten Soppeng menjadi daerah pertama di Sulsel yang berhasil mendukung percepatan melawan Covid-19 dengan mengadakan laboratorium PCR sendiri. Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Nurdin Abdullah, meresmikan laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) tersebut, Rabu (22/04/2020).

Saat peresmian, Nurdin Abdullah didampingi Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, Kepala Dinas PUPR, Kepala Bappeda, Kepala BKAD, Kepala BPBD, Kepala Biro Umum, dan Kepala Kesbangpol Sulsel.

Menurut Nurdin Abdullah, ini adalah sebuah prestasi luar biasa yang dilakukan pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Soppeng, yang bisa cepat menyelesaikan masalah Covid-19 ini dengan menghadirkan laboratorium PCR sendiri.

Baca Juga : Diskominfo-SP Gowa Dorong Penyediaan Data Statistik Sektoral Lebih Akurat dan Lengkap

“Saya yakin Soppeng ini bisa lebih cepat karena sudah punya laboratorium sendiri, tanpa harus pakai rapid tes lagi. Jujur saja, saya apresiasi Soppeng ini sudah punya laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Ini luar biasa,” ungkap Nurdin Abdullah.

Ia menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen di Kabupaten Soppeng, yang telah kompak melawan Covid-19 ini.

“Terimakasih Pak Dandim, Pak Kapolres, Kejari dan semuanya, saya kira karena kekompakan kita bisa selesaikan masalah ini dengan mudah,” katanya.

Baca Juga : Berhasil Tekan Anak Zero Dose, Andi Tenri Indah Terima Penghargaan Menkes dan PKK Pusat

Dia menjelaskan, sebenarnya bukan anggaran yang besar yang bisa menyelesaikan corona ini. Tetapi adalah disiplin kita semua, serta kejujuran kita semua.

“Ketika kita pernah kontak dengan seseorang yang mendapatkan predikat positif, ya tentu kita harus segera mengisolasi diri, tidak berjalan kemana-mana. Corona ini bukan aib,” imbuhnya.

Selain itu, Nurdin Abdullah menyampaikan aktivitasnya meninjau 10 kabupaten seperti Pinrang, Sidrap, Wajo, Soppeng, Bone dan dilanjutkan dengan Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto dan Takalar, untuk memastikan bagaimana penanganan Covid-19. Dan tentunya juga bagaimana menjalankan apa yang menjadi arahan baik dari Presiden Republik Indonesia mengenai mudik, juga larangan Menteri Agama mengenai beribadah di rumah, termasuk tarawih di rumah bersama keluarga.

Baca Juga : KIDDO by Kalla Toyota, Ruang Belajar Bagi Anak Mengenal Dunia Otomotif

“Saya ingin menyampaikan, saya keliling ini ingin memastikan. Termasuk surat edaran Menteri Agama tidak boleh kita melaksanakan tarawih di masjid, itu sudah edaran, siapapun yang melanggar kita beri hukuman, karena memang kita bersabar sedikit 14 hari aja kita coba. Mudah-mudahan dengan Ramadhan ini kita mendapatkan berkah, corona bisa reda. Dan yang mudik itu dilarang. Kalau ada yang mudik itu masuk ODP, kalau dia status ODP harus isolasi 14 hari,” jelasnya. (Yusuf)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646