0%
logo header
Jumat, 04 Maret 2022 20:26

Spot Diving Pa’badilang Selayar Digerogoti Pemburu Besi Tua, HPI Angkat Bicara

Redaksi
Editor : Redaksi
Salah satu bangkai Mobil yang ada di objek wisata selam yang berlokasi di perairan Pa'badilang Desa Bungayya Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, berada di Pesisir Pantau setelah diburu oleh pengolah Besi Tua, Jumat (04/03/2022). (Foto. Andi Ruaman/Republiknews.co.id)
Salah satu bangkai Mobil yang ada di objek wisata selam yang berlokasi di perairan Pa'badilang Desa Bungayya Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, berada di Pesisir Pantau setelah diburu oleh pengolah Besi Tua, Jumat (04/03/2022). (Foto. Andi Ruaman/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KEPULAUAN SELAYAR – Car wreck dive site atau tempat penyelaman bangkai mobil adalah peninggalan tragedi karamnya KM. Lestari Maju pada tahun 2018 lalu, yang selama ini dipromosikan sebagai objek wisata selam yang berlokasi di perairan Pa’badilang Desa Bungayya Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Namun, saat ini sudah diangkat ke permukaan oleh penyelam besi tua atas keinginan warga setempat. Belum diketahui secara pasti kapan kegiatan pengangkatan sisa-sisa bangkai KM. Lestari Maju tersebut mulai dilakukan.

Pada tanggal 3 Maret sekitar pukul 07.00 Wita bangkai Mobil sudah berada di Pinggir Pantai. Terlihat pada postingan status Facebook salah seorang diver Selayar dengan menampilkan gambar bangkai mobil dan aktivitas pengangkatan besi tua di lokasi itu serta dibubuhi dengan kalimat “Sebelum dan sesudah negara api menyerang” yang akhirnya menjadi viral.

Baca Juga : Bupati Selayar Letakkan Batu Pertama Kampus ITSBM, Fokus Tingkatkan SDM Lokal

Hal tersebut membuat sejumlah aktivis pecinta laut, penggiat wisata selam dan bahkan beberapa Klub Selam dari luar Kepulaun Selayar juga merasa geram dan sangat menyayangkan adanya kegiatan tersebut.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kepulauan Selayar, Patta Saleh nampak murka atas tindakan pelaku saat wawancarai di kantornya. Dia mengatakan bahwa pemerintah setempat juga harus punya tanggung jawab menjaga dari tangan-tangan jahil karena spot itu masuk dalam wilayahnya dan lokasi tersebut akan dijadikan taman laut dibuktikan dengan adanya kerjasama Selayar dive & Adventure dan Pemerintah Desa membuat empat buah transplantasi model terowongan 2 tahun lalu.

“Hanya itu satu-satunya spot diving di Kepulauan Selayar mempunyai daya tarik tersendiri oleh wisatawan lokal maupun internasional karena keunikannya dan punya nilai historis. Di dalam perairan Pa’badilang, terdapat satu unit mobil boks, satu unit mobil CRV dan masih ada mobil lainnya yang setelah bertahun-tahun tenggelam di dasarnya dan saat ini sudah berubah menjadi tempat tumbuhnya berbagai jenis terumbu karang lunak dan keras,” ungkapnya.

Direktur Selayar Dive dan Adventure yang akrab disapa Ajji Acca oleh kalangan Diver Indonesia dan mancanegara, menambahkan bahwa Kepala Desa Bungayya seharusnya mengambil tindakan cepat dan tegas menyikapi hal tersebut. Karena menurutnya, tindakan tersebut sangat merugikan Pemerintah dan penggiat wisata selam. Apalagi  ada empat terowongan transplantasi karang yang berada di lokasi itu sebagai wujud keseriusan dalam melestarikan ekosistem laut.

Baca Juga : 25 Personel Polres Selayar Terima Kado Tahun Baru Berupa Kenaikan Pangkat

Pengangkatan bangkai itu diketahui saat para diver dari Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia, UKM Selam Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, UKSA-387 Universitas Diponegoro Semarang, dan Universitas Nasional Jakarta yang dipandu oleh Diver Lokal Selayar Dive & Adventure (SDA) yang akan melakukan penyelaman wisata di lokasi tersebut, Rabu, 2 Maret 2022

Sebelumnya sempat terjadi perdebatan dan negosiasi dalam upaya menghentikan pengangkatan bangkai mobil tersebut untuk sementara waktu dan menunggu para Diver selesai menyelam. Kemudian akhirnya kegiatan pengangkatan dihentikan, sehingga para wisatawan bisa menyelam di sport Pa’badilang seperti biasanya dan mengabadikannya untuk yang terakhir kalinya.

Dari informasi yang dihimpun, hasil dari penjualan besi bangkai mobil itu akan dibagi 2 (dua) antara masyarakat setempat dan penyelam besi tua. Bagian untuk masyarakat, rencananya uangnya akan dialokasikan sebagai pembelian kursi untuk digunakan kepentingan umum.

Penulis : Andi Rusman
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646