REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan, Ashabul Kahfi menargetkan partainya kembali meraih kursi pimpinan DPRD Sulsel. Target tersebut disampaikannya seusai dilantik dan dikukuhkan sebagai Ketua DPW PAN Sulsel periode 2026-2031 di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu (7/10/2026).
Kahfi mengaku menjadikan upaya mengembalikan perolehan kursi PAN di DPRD Sulsel sebagai salah satu tanggung jawabnya. Hal itu menyusul penurunan jumlah kursi PAN di tingkat provinsi pada periode sebelumnya.
Kahfi sebelumnya pernah menduduki posisi pimpinan DPRD Sulsel selama tiga periode sebelum melanjutkan karier politiknya sebagai anggota DPR RI.
Baca Juga : Irmawati Haeruddin Dilantik Nakhodai PUAN Sulsel, Jajaran Pengurus Bertabur Tokoh Perempuan
“Itu menjadi beban saya. Saya pernah menjadi pimpinan DPRD Sulsel selama tiga periode. Kemudian, setelah saya ke Senayan, posisi pimpinan itu lepas,” kata Ashabul Kahfi.
Di hadapan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Kahfi menyampaikan target untuk meningkatkan kembali perolehan kursi PAN di DPRD Sulsel. Ia menargetkan partainya dapat meraih minimal 10 kursi dari 11 daerah pemilihan (dapil) di Sulsel.
“Karena itu, kita harus ewako terus. Insya Allah, Ketua Umum, ini akan menjadi fokus saya. Saya akan fokus mengembalikan kursi, minimal 10 kursi dari 11 dapil di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Baca Juga : Zulkifli Hasan Tantang Pengurus Baru PAN Sulsel Raih 6 Kursi DPR RI
Kahfi mengakui PAN mengalami penurunan perolehan kursi di DPRD Sulsel. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi bahan evaluasi sekaligus tanggung jawab dalam kepemimpinannya di DPW PAN Sulsel.
“Untuk DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, ini yang menjadi fokus saya. Jujur, kita mengalami penurunan kursi di tingkat provinsi dan kondisi tersebut menjadi fokus serta tanggung jawab saya,” ungkapnya.
Kahfi mengatakan tidak ingin menyalahkan pihak lain atas penurunan perolehan kursi tersebut. Ia memilih melakukan evaluasi internal dan menyiapkan strategi untuk memperkuat kembali PAN di Sulsel.
Baca Juga : ICRAF Fasilitasi 62 Karya Ilmiah Berbasis Kemandirian Pangan Sulsel di Tengah Krisis Iklim
“Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Mungkin inilah kekurangan saya selama memimpin PAN. Namun, Insya Allah dengan semangat dan potensi begitu banyak tokoh yang bergabung dengan PAN, saya optimistis kita akan mengembalikan kursi dan posisi pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Menurut Kahfi, target meraih minimal 10 kursi dari 11 dapil merupakan tantangan yang harus dijawab PAN Sulsel melalui penguatan struktur, kaderisasi, dan konsolidasi organisasi hingga tingkat bawah.
Ia juga optimistis bergabungnya sejumlah tokoh ke PAN dapat menambah kekuatan partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Baca Juga : PLN Bekali Pekerja Proyek SUTT 150 kV Palu 3-Tambu Prosuder Keselamatan Kerja
Kahfi menambahkan, PAN Sulsel telah menyelesaikan konsolidasi organisasi di 24 kabupaten/kota. Konsolidasi tersebut dilakukan melalui pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) hingga pembentukan kepengurusan.
“Alhamdulillah, selama saya ditunjuk menjadi pejabat atau Plt Ketua DPW hingga hari ini dilantik dan dikukuhkan, kami telah menyelesaikan konsolidasi di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, mulai dari Musda hingga pembentukan kepengurusan. Semua itu sudah kami tuntaskan,” katanya.
Setelah pelantikan, Kahfi mengatakan konsolidasi akan dilanjutkan dengan pembenahan struktur organisasi PAN hingga tingkat ranting dan desa.
Baca Juga : PLN Bekali Pekerja Proyek SUTT 150 kV Palu 3-Tambu Prosuder Keselamatan Kerja
“Pasca pelantikan ini, kami akan menindaklanjuti dengan membenahi infrastruktur partai di tingkat ranting dan desa karena selama ini masih agak tertinggal,” ujarnya.
Selain pembenahan struktur, Kahfi menekankan pentingnya menghidupkan kembali proses kaderisasi. Menurut dia, kaderisasi diperlukan untuk memperkuat pemahaman kader terhadap nilai dan ideologi partai sekaligus mempersiapkan kader menghadapi agenda politik mendatang. (*)