REPUBLIKNEWS.CO.ID, SELAYAR — Menjelang penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kelurahan Batangmata Sapo, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, suasana haru mulai terasa di tengah masyarakat.
Setelah hampir satu bulan hidup berdampingan, warga perlahan mulai merasa kehilangan sosok para personel Satgas TMMD yang selama ini hadir, bekerja, dan berbaur dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kebersamaan antara warga dan prajurit TNI dari matra AD, AL, hingga AU tak hanya meninggalkan pembangunan fisik, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat di tengah masyarakat Batangmata Sapo.
Baca Juga : TMMD Ke-128 Selayar Berhasil Tuntaskan Jalan Tani, RTLH, hingga Air Bersih
Kehadiran personel Satgas TMMD selama pelaksanaan program bahkan telah menjadi bagian dari keseharian warga, mulai dari aktivitas pembangunan, ibadah berjamaah, hingga kebersamaan dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat.
Hal tersebut disampaikan tokoh masyarakat sekaligus mantan Lurah Batangmata Sapo selama delapan tahun, Abdul Hamid, saat berbincang bersama Dandim 1415/Selayar Letkol Czi Yudo Harianto selaku Dansatgas TMMD ke-128 usai salat Ashar di Masjid Nurul Yaqin Muhammadiyah, beberapa waktu lalu.
Dalam perbincangan itu, Abdul Hamid menyampaikan harapan besar masyarakat agar pembangunan jalan tani yang telah dibuka melalui program TMMD dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah daerah.
Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa
Menurutnya, akses jalan menuju wilayah pantai timur Batangmata Sapo merupakan impian lama masyarakat yang selama bertahun-tahun belum pernah terealisasi.
Jalan tersebut dinilai sangat penting karena menjadi jalur utama menuju kawasan pertanian dan perkebunan masyarakat yang selama ini terbengkalai akibat sulitnya akses transportasi.
“Jalan ke wilayah timur ini sudah lama dirindukan masyarakat. Dulu kawasan itu menjadi sumber kehidupan warga. Banyak hasil pertanian seperti jagung dan umbi-umbian berasal dari sana,” ujar Abdul Hamid, Minggu (17/05/2026).
Baca Juga : Pangdam XIV Hasanuddin Apresiasi Kodim 1415 Selayar atas Pembangunan KDKMP dan TMMD
Ia menuturkan, kondisi medan yang berat membuat banyak warga perlahan meninggalkan lahan garapan mereka.
Bahkan, sebagian generasi muda memilih merantau ke luar daerah dibanding kembali mengelola kebun milik keluarga karena keterbatasan akses dan minimnya dukungan infrastruktur.
Namun, sejak pembukaan jalan tani dilakukan Satgas TMMD, harapan masyarakat perlahan mulai tumbuh kembali.
Baca Juga : Warga Batangmata Sapo Matangkan Persiapan Sambut Pangdam Hasanuddin
“Masyarakat sekarang mulai punya semangat lagi untuk menggarap lahannya. Kalau nanti ada pengerasan jalan atau peningkatan lanjutan dari pemerintah, tentu manfaatnya akan jauh lebih besar bagi warga,” tambahnya.
Program TMMD ke-128 di Batangmata Sapo sendiri menjadi salah satu program pembangunan yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
Selain membuka akses jalan tani sepanjang 3.350 meter, kehadiran Satgas TMMD juga menghadirkan kembali budaya gotong royong, kebersamaan, dan kedekatan sosial yang selama ini mulai berkurang di tengah masyarakat.
Baca Juga : Warga Batangmata Sapo Matangkan Persiapan Sambut Pangdam Hasanuddin
Tak sedikit warga yang mengaku telah menganggap para prajurit TNI sebagai bagian dari keluarga sendiri karena intensitas kebersamaan yang terjalin selama hampir 30 hari pelaksanaan TMMD.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, mengatakan bahwa keberhasilan program TMMD bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Batangmata Sapo. Semangat gotong royong dan kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam program TMMD,” ujarnya.
Baca Juga : Warga Batangmata Sapo Matangkan Persiapan Sambut Pangdam Hasanuddin
Ia berharap hasil pembangunan yang telah dikerjakan dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama demi mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat ke depan.
Kini, dua hari menjelang penutupan program, masyarakat Batangmata Sapo menyimpan harapan besar agar pembangunan yang telah dimulai melalui TMMD tidak berhenti begitu saja.
Di balik jalan tani yang mulai terbuka itu, tersimpan mimpi masyarakat untuk kembali menghidupkan lahan pertanian sekaligus membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
