0%
logo header
Senin, 30 Maret 2026 11:24

Transaksi Saham di Sulsel Naik 85 Persen, Investor Tumbuh Subur

Chaerani
Editor : Chaerani
Ilustrasi kinerja pasar modal. (Dok. Int)
Ilustrasi kinerja pasar modal. (Dok. Int)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kinerja industri pasar modal di Sulawesi Selatan terus mengalami penguatan yang positif seiring dengan meningkatnya minat serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan investasi. Tak terkecuali di Provinsi Sulawesi Selatan.

Pertumbuhan ini tentunya terlihat pada transaksi saham yang mengalami peningkatan secara tahunan atau year on year (yoy) atau berhasil membukukan Rp41,87 triliun hingga Desember 2025 dengan kenaikan 85,10 persen dari tahun sebelumnya dengan capaian Rp22,64 triliun.

“Kami melihat ada kenaikan yang cukup signifikan pada transaksi saham di Sulawesi Selatan. Secara data di 2023 itu nilainya hanya Rp18,84 triliun, kemudian naik Rp22,64 triliun di 2024 dan di 2025 naik drastis ke Rp41,87 triliun,” terang Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch. Muchlasin, dalam keterangannya, kemarin.

Baca Juga : Hadirkan Kebermanfaatan, YBM PLN UID Sulselrabar Berikan Senyum bagi Anak Panti Asuhan dan Dhuafa

Lanjutnya, dengan kinerja transaksi saham yang positif ini menandakan terwujudnya pemulihan ekonomi di daerah. Termasuk pula stabilitas sektor jasa keuangan yang selalu bertahan dengan kinerja yang baik.

“Hal lainnya menandakan bahwa meningkatnya kepercayaan dan literasi keuangan masyarakat terhadap produk investasi,” ujarnya.

Kemudian, dari sisi pertumbuhan jumlah investor juga tercatat mengalami kondisi yang terus meningkat. Dimana jumlah investor Single Investor Identification (SID) tumbuh sebesar 31,23 persen yoy atau mencapai 525.596 SID pada posisi Desember 2025.

Baca Juga : Hadir Klarifikasi di Kejati Sulsel, Andi Ina Kooperatif Beri Keterangan untuk BPKP

Pertumbuhan SID tertinggi berada pada portofolio saham yang tumbuh sebesar 40,46 persen dengan jumlah 180.427 SID. Sementara pada portofolio Reksa Dana mencapai 499.226 SID dengan pertumbuhan 30,48 persen, dan portofolio Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 21.480 SID atau dengan pertumbuhan 19,75 persen.

“SID di Sulawesi Selatan masih didominasi oleh portofolio reksa dana, meskipun
pertumbuhan tertinggi berada pada portofolio saham,” terang Muchlasin.

Ia mengungkapkan, sebagai upaya menjaga pertumbuhan pasar modal yang sehat dan berkelanjutan, OJK bersama pemerintah dan stakeholder terkait menegaskan komitmen untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia secara menyeluruh guna memperkuat likuiditas, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646