REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Hingga Februari 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar mencatatkan sekitar 51 kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang telah dilaksanakan dengan menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
“Dari 51 kegiatan yang kami gelar ini menjangkau jumlah peserta mencapai 631.813 orang,” terang Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, dalam keterangannya, kemarin.
Kegiatan literasi dan inklusi keuangan tersebut menyasar berbagai segmen masyarakat. Antara lain, pelajar, mahasiswa dan pemuda, komunitas, pelaku UMKM, ibu rumah tangga, hingga masyarakat umum.
Baca Juga : Keberadaan KDMP Dinilai Akan Perkuat Ekonomi Warga Gowa
“Kegiatan OJK Sulselbar dalam upaya meningkatkan pemahaman sektor jasa keuangan ini menjangkau 815 pelajar, 50 pelaku usaha, 140 tenaga profesional, 60 komunitas, 200 petani atau nelayan, serta 630.548 dari masyarakat dan kelompok lainnya,” terangnya.
Ia mengaku, upaya ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan edukasi dan literasi terus dilakukan secara kolaboratif dengan bersinergi bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) dan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota.
Muchlasin menambahkan, untuk memperkuat jangkauan edukasi kepada masyarakat, OJK juga menjalankan program OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan (OJK PEDULI). Keberadaan Duta OJK PEDULI ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect dalam meningkatkan literasi keuangan di masyarakat.
Baca Juga : Ini Tips dari PLN untuk Hitung Komponen Pembayaran Listrik dan Atur Pola Pemakaian
“Hingga saat ini tercatat sebanyak 1.116 Duta OJK PEDULI yang terdaftar dan dikelola oleh Kantor OJK Sulselbar,” ungkapnya.
Sementara, peningkatan literasi dan inklusi lainnya, OJK Sulselbar juga telah melakukan talkshow keuangan di media elektronik radio yang merupakan bagian program Iklan Layanan Masyarakat.
Literasi dan inklusi keuangan berfungsi sebagai fondasi agar masyarakat tidak hanya memiliki akses ke produk keuangan, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara bijak, memahami risiko, serta membuat keputusan yang tepat guna untuk kesejahteraan jangka panjang.
Baca Juga : Puluhan Siswa SD Gamaliel Makassar Bergembira di Kids Hotel Adventure Aston
“Penguatan literasi dan inklusi keuangan masih sangat perlu kita dorong agar masyarakat yang memanfaatkan layanan dan produk keuangan bisa mereka manfaatkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
