0%
logo header
Sabtu, 24 September 2022 22:42

Abrasi, Puluhan Makam di Takalar Hilang Hingga Tulang Belulang Berserakan di Bibir Pantai

Asril Astian
Editor : Asril Astian
Kepala Desa Punaga M. Syarifuddin Sore, menunjukkan tulang manusia yang makamnya tergerus air laut dampak dari abrasi. (Istimewa)
Kepala Desa Punaga M. Syarifuddin Sore, menunjukkan tulang manusia yang makamnya tergerus air laut dampak dari abrasi. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, TAKALAR — Dua Dusun di Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, diterjang abrasi pantai.

Selain nyaris memutuskan jalan raya, abrasi pantai ini juga merusak sejumlah makam atau pekuburan warga Desa Punaga.

Dari pantauan di lokasi, sudah puluhan makam yang hilang, bahkan sejumlah Tulang-Tulang manusia seperti tulang pada bagian kaki, tulang rusuk hingga tengkorak kepala terlihat berserakan.

Baca Juga : Ratusan Petani di Polongbangkeng Takalar Tolak Perpanjangan HGU PTPN XIV

“Puluhan tulang belulang manusia kita jumpai tadi di bibir pantai ini, mulai dari tulang bagian kaki, tulang rusuk, hingga tengkorak bagian kepala secara utuh terlihat berserakan,” ungkap M. Syarifuddin Sore, Kepala Desa Punaga Saat meninjau lokasi Abrasi, Jum’at (23/09/2022) kemarin.

“Terkait dengan tulang manusia yang berserakan di bibir pantai ini, sudah banyak makam atau kuburan yang hilang akibat terdampak abrasi,” sambungnya.

Lanjutnya, M. Syarifuddin Dg Sore mengatakan jika abrasi pantai ini sudah sangat memprihatikan.

Baca Juga : Pj Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Pangan Pemerintah Pusat untuk Warga Miskin di Takalar

“Ini sudah sangat memprihatikan, kalau kita lihat, sudah ada sekitar 40 meter daratan di bibir pantai ini hilang,” ungkapnya.

Empat tahun lalu, kata Kepala Desa Punaga, abrasi pantai menghilangkan 3 sampai 4 meter,  namun Satu tahun terakhir ini, justru lebih parah, 5 sampai 7 meter daratan hilang akibat terjangan ombak abrasi pantai.

Terkait dampak abrasi tersebut, kepala Desa menjelaskan jika ada dua dusun yang terdampak abrasi.

Baca Juga : Nelayan Berterima Kasih Hadirnya Break Water Pemecah Ombak

mulai dari dusun Punaga hingga ke dusun Malelaya.

“Kalau diperkirakan, dampak abrasi  sepanjang bibir pantai ini kurang lebih 4 Kilo meter.”jelasnya.

Ia berharap mulai dari pemerintah Kabupaten, Provinsi hingga pemerintah Pusat (kementerian terkait) bisa segera turun tangan untuk membantu agar abrasi pantai di Desa nya tidak berdampak lebih parah.

Baca Juga : Bahtiar Baharuddin Semangati Anak Nelayan di Takalar untuk Jadi Pemimpin

“Saya berharap pemerintah Kabupaten Takalar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan hingga kementerian terkait bisa memberikan bantuan berupa pembangunan tanggul penahan ombak, agar abrasi pantai tidak berdampak parah,” tutupnya. (*)

Penulis : Wawan Setiawan (Warga Kabupaten Takalar)
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646