Aksi Demonstrasi Diintervensi, Golkar Sultra Diduga Pelihara Preman

0
Kantor DPD I Golkar Sultra.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KENDARI – Melalui disahkannya Undang-Undang OmnimbusLaw. Aliansi Pemuda dan Masyarakat Sultra Menggugat lakukan aksi unjuk rasa didepan kantor DPD I Partai Golkar Sulawesi Tenggara, Rabu (14/08/2020).

Saat ditemui, Elen Vanzila selaku Kordinator lapangan mengungkap bahwa gerakan tersebut berangkat dari mosi tidak percaya kepada wakil rakyat dalam hal ini DPR RI.

“Target kita adalah merujuk pada fraksi-fraksi yang ikut serta dalam mengesahkan UU OmnimbusLaw. Bertahap, mulai dari Fraksi Golkar, Gerindra, PDIP, dan seterusnya. Namun, ada hal mistis ketika aksi unjuk rasa yang kami lakukan saat ini di kantor Golkar,” ucap sapaan Elen itu.

“Jujur saja, saya sudah ratusan kali ikut demo baru dapat hal seperti ini. Artinya, saat kami tiba di halaman depan kantor DPD I Partai Golkar kita disambut oleh kepolisian, kemudian kami atur barisan di depan pintu masuk kantor dan rencana mau orasi, tiba-tiba ada puluhan orang oknum tak dikenal keluar dari dalam kantor dan menghampiri kami. dengan spontan dan nada ancaman mereka tanya kami kenapa hanya di kantor Golkar dan pak Ridwan Bae (Anggota DPR RI Fraksi Golkar Dapil Sultra) saja yang kalian demo, saya bilang ini masih ada tahap selanjutnya untuk legislator lainnya,” lanjut Elen.

“Terjadi cecok adu mulut antara kami dan oknum tak dikenal itu, hingga kami dibubarkan paksa. saat itu juga ada yang berteriak ‘tangkap satu orang baru kita eksekusi’. dengan bergegas, emosional oknum tersebut kian memanas hingga masing-masing dari kami melarikan diri dan mereka kejar kami,” tambah Elen.

“Saya juga kurang tau, apakah mereka itu pengurus partai atau bukan, yang jelas orang-orangnya besar tinggi semua, patut diduga kalau mereka itu preman. harapan kami kepada pihak berwenang segera meluruskan tragedi yang sangat krusial tersebut. jangan-jangan Kantor DPD I Partai Golkar Sultra pelihara preman,” tutup Elen. (Akbar Tanjung)

Tinggalkan Balasan