REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Museum Balla Lompoa nampak dipadati siswa-siswi dari rombongan siswa SMP 1 Takalar.
Kunjungan mereka untuk belajar dan mengenal langsung sejarah dan budaya lokal Kabupaten Gowa dari masa ke masa. Kunjungan edukatif ini diterima langsung Kurator Museum Balla Lompoa, Andi Jufri Tenribali.
Kegiatan ini tentunya menjadi bagian dari program pembelajaran luar kelas yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal warisan sejarah Kerajaan Gowa.
Baca Juga : Bupati Gowa Lantik 124 Pejabat, Harap Kedepankan Bekerja Loyal dan Profesional
“Kami tentunya mendorong agar keberadaan Museum Balla Lompoa semakin dioptimalkan sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan, khususnya yang berkaitan dengan kebudayaan. Olehnya, jika ada siswa-siswi dari luar maupun pihak-pihak lainnya yang ingin mengenal sejarah dan budaya kita lebih dekat tentunya kita menyambutnya dengan sangat baik,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten, Ary Mahdin Asfari.
Dalam kehadiran siswa-siswi SMP 1 Takalar ini mereka diberikan penjelasan mengenai berbagai koleksi bersejarah yang tersimpan di dalam museum. Mulai dari benda pusaka kerajaan, pakaian adat, serta peninggalan-peninggalan penting lainnya.
Menurut Ary, museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar yang hidup bagi siswa. Olehnya, ia menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah, khususnya dari luar Kabupaten Gowa yang membawa siswa-siswinya belajar di museum. Salah satunya di Museum Balla Lompoa.
Baca Juga : Peringati HUT Ke-8 Tahun, NIPAH PARK Gagas Aksi Sosial Lewat Donor Darah
“Ini akan menanamkan nilai sejarah dan kebudayaan sejak dini. Dengan melihat langsung koleksi dan peninggalan di Museum Balla Lompoa, siswa bisa lebih memahami perjalanan sejarah Kerajaan Gowa dan pentingnya menjaga warisan budaya,” kata Ary.
