REPUBLIKNEWS.CO.ID, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, mengingatkan pentingnya menjaga dan terus mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, kemampuan tersebut dapat hilang jika tidak terus dilatih dan diulang.
Pesan itu disampaikan Tasming saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Wisuda Santri XXVIII LPPTKA-BPKRMI Kota Parepare yang digelar di Auditorium IAIN Parepare, Minggu (7/6/2026).
Dalam sambutannya, Tasming mengungkapkan bahwa masih banyak pelajar yang belum lancar membaca Al-Qur’an. Temuan itu diperoleh melalui program safari dakwah yang menyasar siswa tingkat SMP di Parepare.
“Kalau tidak diulang-ulang, satu atau dua tahun bisa hilang bacaannya. Ini fakta yang kami temukan di lapangan. Dalam program safari dakwah untuk anak-anak SMP, masih banyak yang belum lancar membaca Al-Qur’an. Tapi yang hadir di sini tentu luar biasa, karena tidak mungkin diwisuda kalau belum lulus dan memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.
Tasming menegaskan bahwa kemampuan baca tulis Al-Qur’an harus terus dijaga sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan dan karakter seseorang.
Menurutnya, kedekatan dengan nilai-nilai agama dapat memudar apabila tidak dipelihara. Salah satu indikatornya adalah kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an yang semakin berkurang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada LPPTKA-BPKRMI Kota Parepare yang dinilai konsisten membina generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.
“Atas nama Pemerintah Kota Parepare, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPPTKA-BPKRMI yang telah berhasil membimbing dan membina generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an. Upaya ini merupakan investasi besar dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berkarakter Qurani,” katanya.
Pada kesempatan itu, Tasming turut menyinggung salah satu kebijakan yang diterapkan pada masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Hermanto, yakni mendorong peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an bagi aparatur sipil negara (ASN).
Ia menegaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu syarat bagi ASN Muslim yang ingin memperoleh promosi jabatan.
“Ini perlu terus saya sampaikan sebagai pengingat. ASN yang ingin promosi jabatan harus mengikuti tes mengaji terlebih dahulu. Kalau belum lancar membaca Al-Qur’an, jangan berharap mendapatkan promosi jabatan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Tasming kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus LPPTKA-BPKRMI, para ustaz dan ustazah, serta orang tua santri yang telah berperan dalam membina dan mendampingi anak-anak mempelajari Al-Qur’an.
Menurutnya, keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an tidak lepas dari kerja sama dan dukungan semua pihak.
Usai memberikan sambutan, Tasming Hamid secara resmi membuka kegiatan Wisuda Santri XXVIII LPPTKA-BPKRMI Kota Parepare.(*)
