0%
logo header
Jumat, 24 Juli 2026 15:43

Hadir di Masjid Al-Markaz, Australian Reading Corner Perkuat Literasi dan Hubungan Indonesia-Australia

Chaerani
Editor : Chaerani
Australian Reading Corner resmi hadir di Perpustakaan Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar. Pojok baca ini diresmikan Jumat, (24/07/2026) oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia dan jajaran Pengurus Masjid Al-Markaz Makassar. (Dok. Istimewa)
Australian Reading Corner resmi hadir di Perpustakaan Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar. Pojok baca ini diresmikan Jumat, (24/07/2026) oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia dan jajaran Pengurus Masjid Al-Markaz Makassar. (Dok. Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Keberadaan Australian Reading Corner di Perpustakaan Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar menjadi langkah positif dalam memperkuat literasi sekaligus hubungan Indonesia dengan Australia.

Konsulat Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias mengatakan bahwa gagasan menghadirkan Australian Reading Corner berawal dari kunjungannya ke Masjid Al-Markaz Al-Islami dua tahun lalu saat Ramadan.

Dimana, saat itu ia melihat antusiasme para pelajar yang memanfaatkan perpustakaan untuk membaca dan mencari referensi.

Baca Juga : Didik Pemilih Pemula, KPU Soppeng Dampingi Pelaksanaan Pilketos SMAN 4 Soppeng

“Biasanya Australian Reading Corner hanya ada di perguruan tinggi. Namun setelah melihat semangat membaca para siswa di Masjid Al-Markaz, kami berpikir mengapa tidak menghadirkannya di sini agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya, di sela-sela meresmikan pojok baca tersebut, Jumat, (24/07/2026).

Dalam peresmian tersebut dilakukan langsung Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier. Turut pula hadir Ketua Yayasan Islamic Centre Al-Markaz Al-Islami, Prof. Hamid Awaluddin, Ketua Harian Yayasan, Prof. Mustari Mustafa, serta Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami, Prof. Muammar Bakry.

Menurut Todd, kehadiran Australian Reading Corner menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama antara Konsulat Jenderal Australia di Makassar dengan Al-Markaz Al-Islami, sekaligus memberikan akses informasi mengenai Australia, mulai dari budaya, pendidikan hingga berbagai program beasiswa.

Baca Juga : Konsolidasi Jalan Terus, Mardiono Tegaskan PPP Tak Risau Wacana Parliamentary Threshold

Todd berharap fasilitas tersebut dapat menjadi jembatan bagi generasi muda yang ingin mengenal Australia lebih dekat sebelum mengikuti program pendidikan maupun pertukaran ke negeri tersebut.

“Saya berharap semakin banyak siswa yang memanfaatkan fasilitas ini untuk membaca, mengenal Australia, dan suatu hari nanti memiliki kesempatan belajar atau berkunjung ke Australia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Islamic Centre Al-Markaz Al-Islami, Prof. Hamid Awaluddin menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat peradaban melalui penguatan literasi masyarakat.

Baca Juga : Tak Gentar, PPP Sulsel Nilai Isu Parliamentary Threshold 5 Persen Baru Sekadar Cek Ombak

“Kalau ingin membangun peradaban yang maju, maka literasi harus ditingkatkan. Buku adalah jendela dunia. Tidak ada bangsa yang maju tanpa budaya membaca,” ungkapnya.

Prof. Hamid juga mengisahkan kedekatan historis antara Indonesia, khususnya masyarakat Bugis-Makassar, dengan Australia yang telah terjalin sejak abad ke-17 melalui pelayaran para pencari teripang ke wilayah Australia Utara.

Menurutnya, kehadiran Australian Reading Corner merupakan kelanjutan dari hubungan sejarah yang telah berlangsung selama ratusan tahun sekaligus memperkuat kerja sama yang telah terbangun.

Baca Juga : Aktif Kawal Kebijakan, Kadir Halid Masuk 10 Besar Legislator Golkar Tervokal se-Indonesia

Ia berharap Pemerintah Australia terus menambah koleksi buku di perpustakaan Al-Markaz agar dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum sebagai pusat literasi berbahasa Inggris dan referensi tentang Australia.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari keluarga besar Masjid Al-Markaz Al-Islami.

Ia mengatakan, Australian Reading Corner di Al-Markaz merupakan pojok baca kedua yang dibangun di lingkungan masjid di Indonesia, setelah sebelumnya diresmikan di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Baca Juga : Aktif Kawal Kebijakan, Kadir Halid Masuk 10 Besar Legislator Golkar Tervokal se-Indonesia

“Masjid Al-Markaz Al-Islami merupakan salah satu masjid terkemuka di Indonesia bagian timur dan menjadi pusat kegiatan masyarakat. Karena itu kami merasa tempat ini sangat tepat untuk menghadirkan Australian Reading Corner,” ujarnya.

Rod juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Kota Makassar. Pada 1990 ia pernah tinggal bersama keluarga angkat di kawasan yang tidak jauh dari lokasi Masjid Al-Markaz Al-Islami saat masih muda.

Menurutnya, Makassar memiliki arti penting dalam hubungan Australia dan Indonesia. Hal itu juga tercermin dari kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Makassar pada 2022 dalam lawatan bilateral pertamanya ke Indonesia.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646