REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yakni PT Onstar Pop Farm (OSP Farm) kembali melakukan ekspor komoditas kemiri ke Jeddah, Arab Saudi sebanyak 10,2 ton.
OSP Farm sendiri merupakan salah satu pelaku UMKM penerima program UMKM REWAKO atau Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable yang digagas Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan untuk mendorong UMKM naik kelas hingga mampu menembus pasar global.
Kepala Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda menjelaskan, di tahun ini merupakan ekspor kedua yang dilakukan OSP Farm setelah pada ekspor perdana sebanyak 10 ton pada awal 2026. OSP Farm merupakan UMKM asal Kabupaten Luwu yang bergerak di bidang komoditas kemiri.
Baca Juga : Berhadiah Motor, PT SJAM Umumkan 4 Pemenang Undian Spesial Anniversary Yamaha Indonesia
“Kami mencatat dengan realisasi tersebut, total ekspor OSP Farm telah mencapai sekitar 20 ton, atau seperempat dari komitmen ekspor sebesar 80 ton dalam kurun waktu dua tahun,” terangnya, dalam kegiatan, kemarin.
Menurutnya, hal ini tidak hanya memperluas akses pasar internasional bagi UMKM, tetapi juga memberikan dampak positif bagi petani lokal melalui meningkatnya permintaan terhadap bahan baku kemiri. Keberhasilan OSP Farm merupakan hasil dari pendampingan intensif melalui program UMKM REWAKO Ekspor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.
Melalui program tersebut, OSP Farm memperoleh penguatan kapasitas usaha, pendampingan business matching, serta fasilitasi keikutsertaan dalam ajang pameran internasional Trade Expo Indonesia (TEI) dan kegiatan Anging Mamiri Business Fair (AMBF) yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca Juga : BBM dan Elpiji 3 Kg Langka di Sulsel, Yeni Rahman Minta Pemerintah Ambil Langkah Nyata
“Rangkaian pembinaan tersebut berhasil mempertemukan OSP Farm dengan buyer internasional hingga menghasilkan kontrak ekspor yang saat ini mulai direalisasikan secara bertahap,” ujarnya.
Capaian ini menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan mampu menghubungkan UMKM dengan pasar global, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, membuka lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah serta seluruh stakeholder terkait dalam mendorong pengembangan UMKM di Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca Juga : PLN Terus Optimalkan Pasokan Listrik dan Percepat Pemulihan Sistem Sulbagsel
“Upaya ini dilakukan baik melalui program UMKM REWAKO maupun program pengembangan UMKM lainnya yang mencakup peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar, sebagai bagian dari kontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tegas Rizki Ernadi.
