REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Di tengah deretan busana yang anggun, Alvira Ramdhani tampak teliti memperhatikan setiap detail manik-manik yang terpasang pada busana berwarna hitam keemasan dibalik manekin.
Setiap inci manik yang dijahit sempurna, setiap bordir yang menempel, hingga kualitas kain berkualitas berhasil mempertegas keindahan busana yang didesain khusus oleh EIWA. Brand Fashion asal Makassar yang telah dirintis Alvira Ramdhani sejak 2015 lalu.
Busana bertema Whisper of Heritage hadir dengan palet warna hitam, mahogany dan gold dengan perpaduan tenun khas Sutera Sengkang dan Lagossi, serta tenun bulu garut dan Songket Sumatera yang dipadukan dengan material jacquard dan lace modern.
Baca Juga : Kemarau Panjang, Wali Kota Makassar Bersama Warga Salat Istisqa di Al-Markaz
“Ini salah satu produk yang kami tampilkan dan pasarkan pada event di Turki beberapa waktu lalu,” terang Alvira saat ditemui, di butiknya, di Jalan Deposito, Panakkukang, Senin, (01/09/2026) lalu.

Whisper of Heritage menjadi salah satu dari 40 busana ready to wear deluxe yang diperkenalkan EIWA pada Istanbul Fashion Connection (IFCO). Sebuah pameran mode berskala internasional yang berlangsung di Istanbul, Turki pada 19 hingga 21 Agustus 2026.
Keberhasilan EIWA menembus pasar internasional tidak terlepas dari pembinaan Bank Indonesia Sulawesi Selatan melalui program REWAKO (Resilient, World Class, Agile, Knowledgeable). Program ini memfokuskan pendampingan dan pengembangan untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas, lebih tangguh dan menembus pasar global.
Baca Juga : Di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026, Dirut BSI Turun Langsung Sambut dan Layani Nasabah
”EIWA mulai didampingi di program REWAKO sejak 2022 lalu, pendampingan dan pembinaan yang kami dapat memang sudah paket lengkap. Ada pelatihan, seminar, workshop, serta mentoring setiap bulannya,” lanjut Alvira.
Termasuk, aktif melibatkannya pada business matching, dan pameran (exhibition). Baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Keterlibatan mereka dalam pasar-pasar yang lebih luas tentunya setelah mengikuti seleksi (kurasi) yang mendalam dari Bank Indonesia, dan pihak terkait lainnya.
”Dengan dilibatkannya kami dalam pameran-pameran seperti ini tentunya selain mendorong UMKM lokal naik kelas, serta memperkenalkan produk khas lokal ke dunia, juga menjadi jembatan bagi kami (UMKM) dan buyer secara langsung,” tegasnya.
Baca Juga : Kalla 10K 2026 Buka Slot 4.500 Pelari, Siapkan Kategori Family Run
Pada keterlibatannya di pameran global tersebut, EIWA mampu menggaet omzet sebesar 4.000 US Dollar, termasuk potensi buyer dari berbagai negara.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda mengungkapkan, pengembangan UMKM menjadi program prioritas bagi Bank Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. Sebab, UMKM menjadi pilar dan kunci utama pemulihan ekonomi, secara data keberadaan UMKM mampu menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar 60 persen.
”Memang bukan tugas utama, tetapi kita punya peran bagaimana kita bisa menaikkan kelas UMKM yang ada di Sulawesi Selatan, terutama di seluruh wilayah di Indonesia,” ungkapnya, dalam pemaparan perkembangan ekonomi Sulsel, di Pelatihan Wartawan BI Sulsel 2026, di Pullman Bali Legian Beach, Kamis, (27/08/2026).
Baca Juga : Pemkot Makassar Cari Identitas Visual HUT ke-419, Sayembara Dibuka hingga 5 September
Ia melanjutkan, dalam upaya pengembangan UMKM, BI Sulsel menggagas program REWAKO yang berfokus pada pemberdayaan usaha inklusif, akses pembiayaan, capacity buliding, peningkatan literasi, hingga promosi dan akses pasar secara nasional hingga internasional.
”Upaya promosi dan perluasan pasar yang kita lakukan adalah dengan aktif mendukung dan melibatkan para UMKM binaan kita pada kegiatan-kegiatan nasional maupun internasional. Misalnya, kita melibatkan mereka di event Karya Kreatif Indonesia, expo lokal, dan business matching,” tegasnya.

Hingga saat ini jumlah UMKM yang telah tergabung dalam Program REWAKO sebanyak 473 pelaku usaha. Dimana, terdiri dari 207 UMKM Umum, 154 UMKM Potensi Ekspor, dan 204 UMKM Petani.
Baca Juga : Pemkot Makassar Cari Identitas Visual HUT ke-419, Sayembara Dibuka hingga 5 September
Sementara, dari 207 pelaku UMKM Umum jika dilihat berdasarkan per sektor terdiri dari, 17 UMKM pertanian, perikanan dan peternakan, 52 UMKM kain dan fashion, 102 UMKM makanan dan minuman, 3 UMKM healthy & bauty, 18 UMKM kerajinan, 13 UMKM khusus kopi, dan 2 UMKM yang bergerak dibidang jasa.
”Jadi selain melibatkan UMKM kita untuk membuka pasar lewat pameran atau exhibiton, kami juga mendorong mereka yang berpotensi ekspor agar go global melalui Anging Mammiri Business Fair (AMBF) yang telah kita laksanakan sejak 2022 lalu,” katanya.
## Dari Pasar Lokal ke Nasional

Baca Juga : Pemkot Makassar Cari Identitas Visual HUT ke-419, Sayembara Dibuka hingga 5 September
Owner dan Founder Pio Etnik by Donna Dee, Damaris Sura Rongre mengungkapkan, keberadaan program REWAKO dari BI Sulsel kian mendorong perluasan pasar untuk produk-produk ready to wear-nya. Salah satunya, dengan melibatkan UMKM asal Toraja Utara ini ikut dalam pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) Bank Indonesia, di Jakarta pada Agustus 2026 lalu.
”Setelah saya melewati pembinaan dari program BI ini, produk saya semakin berkualitas, penjualan juga semakin dikenal bukan hanya di Toraja, tapi di kota-kota besar seperti di Jakarta,” katanya.
Ia mengaku, keberadaan Pio Etnik yang dulunya hanya dikenal sebagai pengrajin wastra kampung khas lukis, kini dapat membawa brand-nya hingga dikenal lebih luas di tingkat nasional.
Baca Juga : Pemkot Makassar Cari Identitas Visual HUT ke-419, Sayembara Dibuka hingga 5 September
”Kita memang dipacu naik kelas, buktinya di KKI ini produk saya makin dikenal,” tegasnya.

Lanjutnya, keterlibatannya pada program Rewako BI memberikan manfaat yang sangat banyak. Bukan hanya pada perluasan pasar, tetapi juga pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), manajeman bisnis, pengelolaan keuangan, pemanfaatan digitalisasi, hingga bantuan alat-alat usaha.
”Sejak bergabung di 2025 lalu saya menyaksikan betul bagaimana program ini membuat pelaku UMKM lokal makin maju. Baik secara kualitas produk maupun akses pasar yang menjadi makin luas,” katanya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Cari Identitas Visual HUT ke-419, Sayembara Dibuka hingga 5 September
