0%
logo header
Kamis, 03 September 2026 17:38

Hadirkan Pelatihan dan Magang Kerja bagi Disabilitas, Komitmen Nyata BRI Terhadap Kesetaraan

Rizal
Editor : Rizal
Penyelenggaraan Inagurasi Pelepasan Pemagangan BRI Sahabat Disabilitas Makassar 2026 di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Kamis (3/9/2026). (Foto: Istimewa)
Penyelenggaraan Inagurasi Pelepasan Pemagangan BRI Sahabat Disabilitas Makassar 2026 di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Kamis (3/9/2026). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kesetaraan dan inklusivitas, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli kembali menegaskan perannya dalam memberdayakan masyarakat melalui gerakan #BRISahabatDisabilitas.

Program pelatihan dan pemagangan disabilitas ini diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Tujuannya, merangkul para penyandang disabilitas agar memiliki kemandirian finansial dan kesiapan optimal dalam menghadapi dunia kerja maupun dunia wirausaha.

Program yang mengusung fokus pelatihan administrasi dan wirausaha ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Rangkaian pelatihan daring dan luring tersebut telah dilaksanakan pada akhir Agustus 2026 lalu.

Baca Juga : BI Sulsel Beri Dukungan Pengembangan Destinasi Wisata Ramah Muslim

Puncak dari rangkaian pembekalan ini ditandai dengan penyelenggaraan Inagurasi Pelepasan Pemagangan BRI Sahabat Disabilitas Makassar 2026 di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut sebagai momentum apresiasi sekaligus penanda dimulainya perjalanan peserta untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh.

Setelah acara inagurasi, para peserta terpilih dari wilayah Makassar, Gowa, Takalar, Maros, dan Pangkajene langsung melanjutkan tahapan program melalui pemagangan yang berlangsung dari 4 September hingga 4 November 2026. Dalam program pemagangan ini, setiap peserta diberikan penempatan kerja nyata di berbagai sektor usaha, baik di UMKM maupun perkantoran.

Vice President Corporate Secretary Group, Dinne Shovia Tresna Amalia mengungkapkan bahwa upaya pemberdayaan yang terpadu dan berkelanjutan merupakan kunci utama untuk membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga : Pasar Pa’baeng-baeng Terbakar, Munafri Pastikan Perbaikan dan Akses Modal Pedagang

“Penyediaan sarana, prasarana, serta pelatihan yang relevan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peserta sehingga mereka dapat meraih kemandirian dan kesejahteraan yang lebih baik,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinne menyebut program ini berfokus pada dua bidang keahlian utama yang disesuaikan dengan kebutuhan industri masa kini, yaitu pelatihan administrasi dan pelatihan kewirausahaan. Peserta jalur administrasi dibekali dengan pemahaman pengelolaan data dan dokumen profesional, sementara peserta jalur kewirausahaan dilatih dalam hal perencanaan bisnis, strategi pemasaran digital, hingga teknik pembuatan konten promosi.

“Selama menjalani masa pemagangan, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja nyata dan kesempatan memperluas relasi, tetapi juga memperoleh fasilitas penunjang yang optimal. Setiap peserta diberikan uang saku pemagangan serta mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang di-cover oleh BPJS Jamsostek, meliputi Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) untuk memastikan keamanan serta kenyamanan mereka selama berkarya,” beber Dinne.

Baca Juga : Gerindra Sulsel Dorong Legislator yang Ingin Naik Kelas Bersiap Lebih Dini

Setelah merampungkan sesi pelatihan kelas, program dilanjutkan dengan tahapan pemagangan selama tiga bulan di berbagai mitra perusahaan terkemuka yang bergerak di sektor kuliner, pariwisata, manufaktur, dan jasa pendukung lainnya. Melalui penempatan kerja nyata ini, para peserta mendapatkan kesempatan berharga untuk mengaplikasikan ilmu, membangun relasi profesional, serta merasakan dinamika dunia kerja yang sesungguhnya.

“Selain mendapatkan keahlian teknis, para peserta juga memperoleh berbagai fasilitas penunjang, termasuk uang saku pemagangan, sertifikat resmi pelatihan dan pemagangan, serta kesempatan luas untuk mengembangkan jejaring baru,” ujar Dinne.

Menurutnya, program pelatihan dan pemagangan tersebut sudah dilakukan BRI sejak tahun 2021 di berbagai wilayah di Indonesia. Di Provinsi Sulawesi Selatan sendiri katanya, antusiasme dan dukungan terhadap program tersebut sangat tinggi.

Baca Juga : Bapemperda DPRD Sulsel Dalami Ranperda Penyertaan Modal PT SAE Terkait PI Blok Sengkang

“Saat ini sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Mudah-mudahan ke depannya semakin banyak sahabat disabilitas yang bisa kami rangkul dan kembangkan, baik di bidang ketenagakerjaan maupun kewirausahaan,” kata Dinne.

“Untuk angkatan tahun ini ada 90 orang peserta, tetapi secara keseluruhan totalnya hampir mencapai 400 peserta,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, memberikan apresiasi kepada BRI atas konsistensinya menghadirkan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas melalui BRI Peduli.

Baca Juga : Bapemperda DPRD Sulsel Dalami Ranperda Penyertaan Modal PT SAE Terkait PI Blok Sengkang

“Tentu kami dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BRI yang telah menghadirkan program BRI Peduli melalui kegiatan BRI Sahabat Disabilitas,” ujar Jayadi.

Menurutnya, program BRI Sahabat Disabilitas sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membuka akses dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah memberikan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di lingkungan pemerintahan sejak sekitar empat tahun terakhir.

“Program ini sangat beririsan dengan apa yang menjadi program luar biasa dari BRI melalui BRI Peduli, khususnya dalam memberikan dukungan dan kesempatan kepada sahabat disabilitas,” katanya.

Baca Juga : Bapemperda DPRD Sulsel Dalami Ranperda Penyertaan Modal PT SAE Terkait PI Blok Sengkang

Jayadi menilai pemberian akses yang setara penting untuk memastikan penyandang disabilitas dapat mengembangkan talenta, potensi, dan kemampuan yang mereka miliki.

“Paling tidak, program ini memberikan ruang yang sama kepada seluruh warga negara kita tanpa terkecuali, termasuk sahabat disabilitas, untuk dapat mengekspresikan talenta dan potensi yang mereka miliki,” ujar Jayadi.

Dengan dimulainya masa pemagangan pada 4 September 2026, para peserta BRI Sahabat Disabilitas Makassar 2026 kini memasuki tahap penerapan kompetensi. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi langkah lanjutan bagi peserta untuk memperkuat kemampuan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja maupun dunia kewirausahaan. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646