0%
logo header
Kamis, 27 Agustus 2026 06:59

Kelas Inspirasi SMP Islam Athirah Bukit Baruga: Jatuh Cinta di Usia Remaja, Wajar? Begini Cara Mengelolanya dengan Bijak

Chaerani
Editor : Chaerani
Psikolog, Novita Maulidya Jalal, S.Psi., M.Psi saat berinteraksi kepada salah satu peserta Kelas Inspirasi SMP Islam Athirah Bukit Baruga yang mengangkat tema “Jatuh Cinta, Wajar? Cara Mengelola Perasaan agar Tetap Aman dan Bertanggung Jawab". (Dok. Sekolah SMP Islam Athirah Bukit Baruga).
Psikolog, Novita Maulidya Jalal, S.Psi., M.Psi saat berinteraksi kepada salah satu peserta Kelas Inspirasi SMP Islam Athirah Bukit Baruga yang mengangkat tema “Jatuh Cinta, Wajar? Cara Mengelola Perasaan agar Tetap Aman dan Bertanggung Jawab". (Dok. Sekolah SMP Islam Athirah Bukit Baruga).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pernah merasa senang saat melihat seseorang, menunggu kabarnya, atau tiba-tiba sering memikirkannya? Perasaan suka, kagum, hingga jatuh cinta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja. Namun, bagaimana cara mengelola perasaan tersebut agar tetap aman, sehat, dan bertanggung jawab?.

Pertanyaan tersebut menjadi pembahasan utama dalam kegiatan Kelas Inspirasi SMP Islam Athirah Bukit Baruga yang mengangkat tema “Jatuh Cinta, Wajar? Cara Mengelola Perasaan agar Tetap Aman dan Bertanggung Jawab”. Kegiatan yang berlangsung pada 24 Agustus ini diikuti para siswa dengan penuh antusias.

Hadir sebagai narasumber Psikolog, Novita Maulidya Jalal, S.Psi., M.Psi yang menyampaikan materi secara hangat, interaktif, dan dekat dengan kehidupan remaja masa kini. Melalui pendekatan yang komunikatif, siswa diajak memahami perasaan yang mereka alami sekaligus belajar cara menyikapinya secara bijak.

Dalam pemaparannya, Novita menjelaskan bahwa perasaan suka, kagum, maupun jatuh cinta merupakan hal yang wajar dialami remaja sebagai bagian dari proses perkembangan diri. Meski demikian, setiap perasaan perlu dikenali dan dikelola dengan baik agar tidak berdampak negatif terhadap kehidupan sehari-hari.

“Perasaan adalah anugerah, tetapi setiap perasaan perlu dikelola dengan baik agar tidak mengganggu proses belajar, pergaulan, serta tujuan dan cita-cita yang ingin diraih,” ungkap Novita di hadapan para siswa.

Melalui berbagai contoh kasus dan diskusi menarik, siswa diajak memahami bahwa memiliki rasa suka tidak berarti harus terburu-buru mengambil keputusan. Remaja perlu tetap memiliki batasan diri, menjaga nilai agama, serta menjalankan tanggung jawab sebagai pelajar.

Selain itu, siswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga adab dalam pergaulan, menghargai diri sendiri dan orang lain, serta mengarahkan perasaan ke hal-hal yang positif. Rasa suka dan ketertarikan dapat menjadi bagian dari proses mengenal diri sekaligus motivasi untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Kegiatan berlangsung semakin menarik karena siswa diberikan ruang untuk bertanya dan menyampaikan pandangan. Topik yang dekat dengan kehidupan mereka membuat suasana kelas terasa hidup dan komunikatif. Para siswa pun terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan.

Salah seorang siswa Kelas IX Al Mukminun, Andi Farwizah, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, penyampaian materi yang ramah dan interaktif membuat siswa lebih mudah memahami topik yang dibahas.

“Pematerinya ramah dan materinya mudah dipahami. Sepanjang penyampaian materi, pemateri interaktif sehingga kami tidak bosan. Pematerinya juga cantik,” ujar Andi.

Ia juga menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini, khususnya terkait fenomena hubungan atau pacaran di kalangan remaja.

“Materinya sangat penting, terlebih sekarang banyak kasus pacaran. Penyampaiannya padat dan mengena,” tambahnya.

Melalui kegiatan Kelas Inspirasi ini, SMP Islam Athirah Bukit Baruga terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kecerdasan emosional, serta kesiapan siswa dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan remaja.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa mengenali dan menerima perasaan merupakan bagian dari proses bertumbuh. Namun, setiap perasaan tetap perlu disikapi dengan kesadaran, tanggung jawab, dan batasan yang sehat. Karena perasaan boleh tumbuh, tetapi masa depan tetap harus dijaga.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646