REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pengusaha nasional sekaligus putra daerah Lambai, Kabupaten Kolaka Utara, M. Isfar, menjamu para pengusaha yang terdiri jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, bersama Sekretaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kolaka Utara.
Sebagai informasi bahwa pertemuan yang diinisiasi oleh Komisaris PT Mulai Dari Timur Mineral (PT MDT) M. Isfar itu membahas tentang peluang kolaborasi pertambangan dan UMKM untuk mendorong kemajuan ekonomi daerah, Minggu (30/08/2026) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Sejumlah sektor strategis menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut, khususnya sektor pertambangan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Wujudkan Energi Berkeadilan di Sulawesi Tenggara, 1046 Keluarga Kini Nikmati Listrik PLN dari Pemerintah
Komisaris PT MDT, M. Isfar mengatakan bahwa Kolaka Utara memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, menurutnya, potensi tersebut harus mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah dan kehidupan masyarakat.
“Kolaka Utara memiliki potensi yang sangat besar. Kita memiliki sumber daya alam, terutama di sektor pertambangan, yang apabila dikelola dengan baik dan melibatkan berbagai pihak, tentu dapat menjadi kekuatan besar untuk mendorong kemajuan daerah,” ujar M. Isfar.
Menurutnya, pembangunan sektor pertambangan tidak seharusnya berjalan sendiri. Kehadiran investasi dan aktivitas ekonomi di sektor tersebut harus mampu menciptakan efek positif bagi masyarakat lokal, termasuk membuka peluang bagi pelaku UMKM.
Baca Juga : Wujudkan Energi Berkeadilan di Sulawesi Tenggara, 1046 Keluarga Kini Nikmati Listrik PLN dari Pemerintah
“Yang menjadi perhatian kita adalah bagaimana potensi besar yang ada di daerah ini bisa memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat. Pertambangan harus mampu menciptakan multiplier effect, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang,” katanya.
M. Isfar menilai kolaborasi antara pengusaha, organisasi dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat merupakan salah satu kunci penting dalam mempercepat pembangunan ekonomi Kolaka Utara.
Menurutnya, Kadin dan HIPMI memiliki peran strategis dalam membangun jaringan serta membuka berbagai peluang kerja sama bagi para pengusaha dan generasi muda di daerah.
Baca Juga : Wujudkan Energi Berkeadilan di Sulawesi Tenggara, 1046 Keluarga Kini Nikmati Listrik PLN dari Pemerintah
“Saya melihat Kadin dan HIPMI memiliki peran yang sangat penting. Kita membutuhkan kolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Dengan menyatukan gagasan, pengalaman, jaringan, dan sumber daya yang kita miliki, saya yakin Kolaka Utara bisa berkembang lebih cepat,” ungkapnya.
Sebagai putra daerah Lambai, M. Isfar mengaku memiliki perhatian dan harapan besar terhadap kemajuan Kabupaten Kolaka Utara. Ia berharap generasi muda dan pelaku usaha lokal dapat mengambil peran aktif dalam memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang terus berkembang.
“Saya sebagai putra daerah tentu memiliki harapan besar untuk melihat Kolaka Utara semakin maju. Kita ingin anak-anak muda daerah memiliki kesempatan, pengusaha lokal bisa berkembang, dan UMKM kita naik kelas. Semua itu membutuhkan kerja sama dan komitmen bersama,” tutur M. Isfar.
Baca Juga : Wujudkan Energi Berkeadilan di Sulawesi Tenggara, 1046 Keluarga Kini Nikmati Listrik PLN dari Pemerintah
Selain itu, Ketua OKK Kadin Kolaka Utara, Ari Saputra menilai keberadaan sektor pertambangan di Kolaka Utara seharusnya dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM lokal.
Menurut dia, industri pertambangan tidak hanya berbicara mengenai aktivitas eksplorasi dan produksi sumber daya alam, tetapi juga membuka peluang besar bagi tumbuhnya berbagai sektor usaha pendukung.
“Pertambangan memiliki rantai ekonomi yang sangat luas. Ada kebutuhan logistik, konsumsi, jasa, perdagangan, penyediaan barang dan berbagai kebutuhan lainnya. Ini adalah peluang yang harus mampu dimanfaatkan oleh UMKM lokal Kolaka Utara,” ujar Ari Saputra.
Baca Juga : Wujudkan Energi Berkeadilan di Sulawesi Tenggara, 1046 Keluarga Kini Nikmati Listrik PLN dari Pemerintah
Ari juga menilai perlunya pelaku UMKM mendapatkan ruang dan kesempatan untuk menjadi bagian dari pertumbuhan industri yang ada di daerah.
Dengan adanya kolaborasi yang baik antara dunia usaha, organisasi pengusaha, pemerintah dan masyarakat, UMKM lokal diyakini dapat meningkatkan kapasitas serta mampu bersaing dalam memenuhi kebutuhan sektor industri.
“Harapan kami, masyarakat Kolaka Utara tidak hanya menjadi penonton terhadap perkembangan investasi dan industri di daerahnya sendiri. UMKM harus dipersiapkan agar mampu mengambil peran dan menjadi bagian dari rantai ekonomi yang tercipta,” tambahnya.
Baca Juga : Wujudkan Energi Berkeadilan di Sulawesi Tenggara, 1046 Keluarga Kini Nikmati Listrik PLN dari Pemerintah
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kolaka Utara, Dedy Suparman menyambut baik gagasan dan semangat kolaborasi yang sebelumnya disampaikan oleh M. Isfar dalam pertemuan tersebut.
Menurut dia, kehadiran putra daerah yang memiliki jaringan dan pengalaman di dunia usaha dapat menjadi peluang untuk membuka akses yang lebih luas bagi pengembangan ekonomi Kolaka Utara.
“Apa yang disampaikan oleh Bapak M. Isfar merupakan sebuah semangat yang positif. Kita membutuhkan kolaborasi, jaringan, serta pemikiran yang besar untuk membawa potensi daerah ini ke tingkat yang lebih maju,” ungkap Dedi.
Baca Juga : Wujudkan Energi Berkeadilan di Sulawesi Tenggara, 1046 Keluarga Kini Nikmati Listrik PLN dari Pemerintah
Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti hanya sebagai ruang silaturahmi dan diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program-program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Dedi, HIPMI Kolaka Utara siap mengambil peran dalam membangun komunikasi dan mempertemukan berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap pengembangan dunia usaha di daerah.
“HIPMI tentu siap menjadi bagian dari upaya membangun sinergi. Kita ingin menciptakan ekosistem usaha yang sehat, di mana investasi berkembang, industri tumbuh, dan UMKM lokal juga mendapatkan manfaat yang nyata,” imbuhnya. (*)
